Breaking News:

Tolak Kebijakan Anies Jalur Khusus Road Bike Sudirman-Thamrin, Komunitas B2W: Kembalikan ke Ranahnya

Kebijakan Anies menyediakan jalur khusus road bike pun ditentang oleh Komunitas Bike to Work (B2W).

Editor: Mohamad Yusuf
Instagram @goshow.cc
Pengendara sepeda motor mengacungkan jari tengah diduga karena kesal dengan rombongan pengendara road bike yang menghalangi jalan. 

“Kami komunitas sepeda berharap ada solusi terbaik buat semua. Karena itu enggak mungkin kami menuntut ini itu tanpa memberikan terobosan solusi terkait dengan area untuk balap sepeda,” kata dia.

Ia pun mengingatkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menegakan hukum dan tidak menabrak aturan.

“Bagi kami pemangku kebijakan punya kewenangan khusus mengatur semua jalan raya di DKI. Tapi, kami berpesan tetap kedepankan nilai-nilai law enforcement, hukum yang harus ditegakkan,” tuturnya.

Baca juga: Berikut Daftar Biaya Kuliah S1 Jalur Mandiri UI, UIN Jakarta, UNJ dan IPB

Baca juga: Biadab! Nenek Usia 71 Tahun Sedang Sakit Stroke Dirudapaksa Pria di Sultra

Baca juga: CATAT! Ini Keuntungan dan Sanksi Militer Jika Pasukan Komcad Melanggar Aturan 

Rambu dicopot

Komunitas sepeda Bike to Work (B2W) menggelar aksi penolakan jalur khusus road bike di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang.

Mereka menggelar aksi di ujung JLNT yang berada di Jalan Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan sekira pukul 08.00 WIB.

Pasalnya, penggunaan jalan layang itu dianggap menabrak sejumlah aturan dan merugikan para pengguna jalan lainnya.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, para peserta aksi tampak mengenakan pakaian berkelir hitam.

Beragam tulisan berisi penolakan terhadap jalan layang itu untuk road bike terpampang di kaos hitam yang mereka kenakan.

Bahkan, ada peserta aksi yang menyulap sepeda mereka seperti penjual kopi keliling atau yang biasa dikenal sebagai starling.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved