Breaking News:

Kisah Tokoh

Kisah SBY Kena PRANK Tradisi Penempatan Lulusan Terbaik TNI, Justru DItempatkan di Daerah Konflik

Kisah SBY Kena PRANK Tradisi Penempatan Lulusan Terbaiik, Justru DItempatkan di Daerah Konflik. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Tribunnews.com
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  TNI memiliki tradisi tertentu dalam penempatan prajurit. 

Salah satunya adalah tradisi membolehkan lulusan terbaik memilih penempatan. 

Namun, Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY ternyata pernah kena PRANK tradisi tersebut. 

Peristiwa tersebut terjadi ketika SBY masih aktif berdinas militer dengan pangkat perwira menengah. 

Baca juga: Siap Lamar Lesti Kejora Hari Minggu Sore Ini, Rizky Billar: Pasti Nervous Tapi Insya Allah Saya Siap

Ketika itu SBY baru mengikuti Kursus Komandan Batalyon (Susdanyon). 

Ia tercatat sebagai peserta termuda karena sebagian besar peserta kursus tersebut adalah alumnus Akabri angkatan 1970 atau 1971, sedangkan SBY angkatan 1973.

SBY lalu keluar sebagai lulusan terbaik kedua Susdanyon. 

Sebagai lulusan terbaik kedua, saat itu ada kebiasaan boleh memilih batalyon yang ia inginkan.

“Waktu itu aku mendengar kabar sepertinya SBY akan ditempatkan di Jawa Timur . Itu kabar gembira karena selama ini kami kesulitan untuk bisa menjenguk orangtua SBY di Pacitan (Jawa Timur),” ujar Ani Yudhoyono, istri SBY, dalam buku ‘Ani Yudhoyono, Kepak Sayap Putri Prajurit’, karya Alberthiene Endah, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 2010.

Namun kenyataan berbeda dengan harapan. Pimpinan TNI AD menetapkan SBY memimpin Yonif 744, di Dili, Timor Timur.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved