Breaking News:

Kisah Tokoh

Kisah Brigjen Wismoyo Arismunandar Ragukan SBY Bertugas di Timor Timur, Ini Penyebabnya

Kisah Brigjen Wismoyo Ragukan SBY Bertugas di Timor Timur, Ini Penyebabnya. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

YouTube@Susilo Bambang Yudhoyono
SBY 

“Aku hanya bisa bengong sambil menggandeng Agus dan Ibas. Suamiku dengan gagah berlari, terus menjauh, dan makin lama jadi tak terlihat,” ujar Ani.

Ny Ani lalu diberitahu seorang penyambut, SBY diharuskan lari sejauh 15 km menuju markas di Taibesi, Dili, dan menghadap Komandan Korem Kolonel M Yunus Yosfiah. Mengetahui hal itu Ani Yudhoyono merasa nelangsa.

“Tangisku tumpah perlahan. Sambil terus menggandeng Agus dan Ibas, kupalingkan wajahku agar kedua anakku tidak melihat ibu mereka menangis,” tambah Ani.

Baca juga: Terus Berinovasi, Warung Favorit Jokowi di Tarakan Mampu Raih Omset Ratusan Juta Perbulan

Beruntung ada dua perwira yang menghampiri mereka, yaitu Mayor Infanteri Robert Simbolon dan Mayor Infanteri M yasin, rekan seangkatan SBY.

Mereka mengatakan siap mengantarkan ke mes di Dili yang baru dapat dimasuki menjelang malam hari karena sebelumnya harus dibenahi lebih dulu.

Menjelang tengah malam SBY baru muncul. Tubuhnya berkeringat, wajahnya lusuh.

Belakangan SBY menjelaskan tradisi penyambutan yang unik tersebut sebenarnya cukup berisiko.

Tidak ada yang bisa menjamin sang komandan batalyon akan sampai di Dili dalam kondisi fisik yang segar.

Berlari sejauh 15 km sambil membawa beban berat, risiko terjatuh bisa saja terjadi. Manakala sang komandan terjatuh di depan anak buahnya, bukan tidak mungkin akan mempengaruhi wibawanya.

Ani Yudhoyono kemudian menemui kejutan yang lain, yaitu ketika ia belanja di pasar. Pasalnya harga sayuran dan bahan makanan benar-benar mahal, sekitar tiga sampai empat kali lipat harga di Jakarta.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved