Breaking News:

Kisah Tokoh

Cerita Ani Yudhoyono Menangis Lihat SBY Harus Lari 15 Km Sambil Pikul Beban 25 Kg di Timor Timur

Cerita Ani Yudhoyono Menangis Lihat SBY Harus Lari 15 Km Sambil Pikul Beban 25 Kg di Timor Timur. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
istimewa
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan sang istri, Ani Yudhoyono. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Ani Yudhoyono ternyata pernah menangis ketika SBY menjalani tradisi Komandan Batalyon di Timor Timur. 

Peristiwa itu terjadi tahun 1986 ketika SBY baru lulus Kursus Komandan Batalyon (Susdanyon). 

Ia lalu ditempatkan di Yonif 744 di Dili, Timor Timur. 

SBY pun mengajak keluarganya ke Dili. 

Baca juga: Rizky Billar dan Lesti Kejora Gelar Lamaran Sore Ini, Saling Kenal Setelah Sama-sama Patah Hati

Sampai di Bandara Dilli, SBY dijemput Komandan Pleton 2 Kompi D, Yonif 744, Letnan Dua Infanteri Wiyarto.

Ny Ani terkejut ketika Wiryanto menyerahkan sejumlah perangkat prajurit kepada SBY. Ada senjata, ransel berserta isinya, dan helm baja.

Ternyata untuk menuju markas Yonif 744, SBY harus berlari sambil membawa beban seberat 25 kg.

“Aku hanya bisa bengong sambil menggandeng Agus dan Ibas. Suamiku dengan gagah berlari, terus menjauh, dan makin lama jadi tak terlihat,” ujar Ani.

Ny Ani lalu diberitahu seorang penyambut, SBY diharuskan lari sejauh 15 km menuju markas di Taibesi, Dili, dan menghadap Komandan Korem Kolonel M Yunus Yosfiah. Mengetahui hal itu Ani Yudhoyono merasa nelangsa.

“Tangisku tumpah perlahan. Sambil terus menggandeng Agus dan Ibas, kupalingkan wajahku agar kedua anakku tidak melihat ibu mereka menangis,” tambah Ani.

Baca juga: Terus Berinovasi, Warung Favorit Jokowi di Tarakan Mampu Raih Omset Ratusan Juta Perbulan

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved