Breaking News:

Turap Beton Kali Pesanggrahan di Ciputat Timur Ambrol Diduga Tak Kuat Akibat Gempuran Hujan Deras

"Terkait penanganan yang telah dilakukan Dinas PU yang pertama untuk mengurangi debit banjir yang dari (Perumahan-red) Cipayung Mas kita jebol dulu

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dedy
Warta Kota/Rizki Amana
Longsoran turap anak Kali Pesanggrahan yang menimpa sejumlah rumah di Perumahan Nerada Estate, Cipayung, Ciputat Timur, Kota Tangsel. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT --- Penyebab longsornya turap anak Kali Pesanggrahan hingga mengakibatkan banjir dan tiga bangunan rumah di Perumahan Nerada  Estate ambruk, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Kota Tangsel), kini sedang diselidiki.

Dugaan sementara musibah itu terjadi ditengarai akibat tak kuatnya bangunan beton saat diguyur hujan besar disertai petir menggelegar yang mengguyur kawasan wilayah Kota Tangsel sejak sore hari. 

Akibatnya, bangunan tanggul menjadi rapuh dan tak kuat hingga roboh dan menutup perlintas air anak Kali Pesanggrahan.

Tak ayal banjir di lingkungan Perumahan Nerada Estate, Cipayung, Ciputat dan sekitarnya pun tak terelakan lagi. 

Tak cukup menjadi penyebab banjir, beton berukuran besar serta material lain dari turap yang longsor turut pula menimpa sejumlah rumah warga RT 01/10 Perumahan Nerada Estate

"Panjang 6 meter, lebar 30 meter," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tangsel, Aries Kurniawan yang sedang mengkaji besarnya longsoran turap bersama petugas lainnya di Perumahan Nerada Estate, Ciputat, Kota Tangsel, Sabtu (12/6/2021).

Aries mengatakan saat ini pihaknya sedang berupaya mengangkat material turap dari badan sungai tersebut. 

Agar, aliran kali tak lagi terhalangi hingga banjir yang melanda Perumahan Nerada Estate surut. 

Upaya pembersihan material itu dilakukan dengan menerjunkan tiga alat berat berupa Beco yang dikerjasamakan pihaknya dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 

"Terkait penanganan yang telah dilakukan Dinas PU yang pertama untuk mengurangi debit banjir yang dari (Perumahan-red) Cipayung Mas kita jebol dulu. Jadi kita buat aliran air yang sementara, agar tak berjalan di lingkungan masyarakat," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved