Breaking News:

Tak Ada Celah Air Mengalir Penyebab Longsornya Turap Beton Pembatas Perumahan Griya Satwika Telkom

Turap anak Kali Pesanggrahan yang menjadi pembatas kawasan Perumahan Griya Satwika Telkom longsor karena tak ada celah air mengalir.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Rizki Amana
Longsoran turap anak Kali Pesanggrahan yang menimpa sejumlah rumah di Perumahan Nerada Estate, Cipayung, Ciputat Timur, Kota Tangsel. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Turap anak Kali Pesanggrahan yang menjadi pembatas kawasan Perumahan Griya Satwika Telkom, Pisangan, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Kota Tangsel) longsor pada Jumat, 11 Juni 2021.

Peristiwa itu teejadi ditengarai tak kuatnya bangunan beton tersebut saat hujan besar disertai petir menggelegar mengguyur kawasan wilayah Kota Tangsel sejak sore hari. 

Akibatnya bangunan yang rapuh tersebut tak kuat hingga roboh dan menutup perlintas air anak Kali Pesanggrahan hingga mennyebabkan banjir lingkungan Perumahan Nerada Estate, Cipayung, Ciputat dan sekitarnya. 

Baca juga: Ibu dan Anak Warga Perumahan Nerada Estate Jadi Korban Longsor Turap Anak Kali Pesanggrahan

Tak cukup menjadi penyebab banjir, beton berukuran besar serta material lain dari turap yang longsor turut pula menimpa sejumlah rumah warga RT 1/10 Perumahan Nerada Estate. 

"Panjang 6 meter, lebar 30 meter," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tangsel, Aries Kurniawan yang sedang mengkaji besarnya longsoran turap bersama petugas lainnya di Perumahan Nerada Estate, Ciputat, Kota Tangsel, Sabtu (12/6/2021).

Aries mengatakan saat ini pihaknya sedang berupaya mengangkat material turap dari badan sungai tersebut. 

Baca juga: Sepasang Kekasih di Perumahan Nerada Estate Jadi Korban Longsor Turap Anak Kali Pesanggrahan

Agar, aliran kali tak lagi terhalangi hingga banjir yang melanda Perumahan Nerada Estate surut. 

Upaya pembersihan material itu dilakukan dengan menerjunkan tiga alat berat berupa Beco yang dikerjasamakan pihaknya dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 

"Terkait penanganan yang telah dilakukan Dinas PU yang pertama untuk mengurangi debit banjir yang dari (Perumahan-red) Cipayung Mas kita jebol dulu. Jadi kita buat aliran air yang sementara, agar tak berjalan di lingkungan masyarakat," katanya. 

Baca juga: VIDEO Turap Anak Kali Pesanggrahan Longsor Bikin Banjir Perumahan Nerada Estate Ciputat Timur

Sembari berjalannya pengangkatan material reruntuhan, pihaknya juga mengerahkan sejumlah petugas untuk membangun turap darurat berbahankan bambu. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved