Turap Kali Ambruk

Sempat Gusar Lihat Petir Sambar Toa Masjid, Begitu Pulang Sugandi Temukan Istri Anak Tertimpa Puing

"Kan hujannya sambil petir gede ya, itu sampai namanya mimbar masjid itu sampai ngeluarin api tuh, terkena sambaran petir."

Editor: Dedy
Warta Kota/Rizki Amana
Longsoran turap anak Kali Pesanggrahan yang menimpa sejumlah rumah di Perumahan Nerada Estate, Cipayung, Ciputat Timur, Kota Tangsel. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT --- Kesedihan dialami Sugandi (43), salah satu korban turap longsor di Ciputat Timur, Kota  Tangerang Selatan, pada Jumat (11/6) lalu.

Bagaimana tidak? Akibat turap anak Kali Pesanggrahan longsor, rumahnya di Perumahan Nerada Estate, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, hancur lebur.

Bukan hanya itu saja, istri dan anaknya ikut menjadi korban.

Keduanya mengalami luka tertimpa reruntuhan bangunan rumah yang ambruk diterjang longsoran turap.

Selain istri dan anaknya, keponakannya juga ikut tertimpa namun tidak sampai luka karena posisinya saat itu berada di kamar depan.

Selain rumah Sugandi, ada dua rumah warga lainnya yang tertimpa longsoran turap.

Seperti dilansir Tribunnews.com, Sugandi menceritakan jika dirinya sudah menaruh firasat tidak mengenakan saat hujan deras mengguyur wilayah Kota Tangsel termasuk area perumahannya.

Sugandi menceritakan, saat longsor terjadi, awalnya dia sedang di masjid untuk salat Isya.

"Habis isya, itu kan 19.30 WIB angin kencang sama hujan, saya posisi di masjid karena hujan gede saya nahan, nunggu hujan berhenti," ujar Sugandi seperti dilansir Tribunnews.com.

Namun perasaan Sugandi tak enak. Ia mengkhawatirkan rumahnya yang posisinya persis berada di bibir kali.

Petir yang menyambar toa masjid sampai apinya memercik ke mikrofon mimbar membuat Sugandi semakin gusar.

"Kan hujannya sambil petir gede ya, itu sampai namanya mimbar masjid itu sampai ngeluarin api tuh, terkena sambaran petir."

"Saya langsung feeling, aduh saya kok takut ya sama rumah saya. Karena kalau hujan gede, arus lumayan deras ya," ujarnya.

Saat hujan reda, Sugandi buru-buru pulang. Sampai di rumah, pintu terkunci dari dalam.

Ternyata pintu tertahan puing rumah yang hancur.

Perasaan Sugandi jadi gundah gulana bercampur sedih.

Ia melihat  istri, seorang anaknya dan keponakannya berada di dalam rumah.

Istri dan anak Sugandi tertimpa puing hingga luka-luka.

Sang istri mengalami lebam dan lecet di beberapa bagian.

Sementara, sang anak yang baru berusia tujuh tahun mengalami robek di jarinya.

"Anak saya mau saya bawa ke rumah sakit, tapi dia masih trauma teriak-teriak terus enggak mau dibawa ke rumah sakit. Anak tujuh tahun. Jari manis sebelah kiri itu sobek. Kalau feeling saya sih kejepit ya, karena kan kedorong, dia kan mungkkn nahan apa ya," ujar Sugandi.

Pada Sabtu (12/6/2021), mengenakan helm, Sugandi mencoba memilah barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Rumah Sugandi baru saja tertimpa longsor hingga hancur lebur dari ruang tamu sampai ke bagian belakang.

Turap cukup besar setebal sekira satu meter dengan tinggi enam meter dari permukaan kali dan lebarnya mencapai 100 meter itu ambruk, pada Jumat (11/6/2021) malam.

Tebing turap tersebut merupakan pembatas Perumahan Griya Satwika Telkom, Pisangan, Ciputat Timur, dengan kali yang juga memisahkan dengan Perumahan Nerada Estate.

Kini Istri dan anak serta keponakan Sugandi kini menginap di rumah kerabat.

Sementara, Sugandi berencana mengontrak rumah untuk sementara waktu.
 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Trauma Korban Longsor Ciputat Lihat Percikan Api di Mimbar Masjid Hingga Anak-Istri Tertimpa Puing, https://jakarta.tribunnews.com/2021/06/12/trauma-korban-longsor-ciputat-lihat-percikan-api-di-mimbar-masjid-hingga-anak-istri-tertimpa-puing.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved