Breaking News:

Megawati: Saya Sudah Kenyang, Jadi Presiden Udah, Anak Presiden Udah, Alhamdulillah

Presiden kelima RI Megawati Sukarnoputri mengisahkan pengalamannya diperiksa polisi dan kejaksaan saat menjadi ketua umum PDI di era Orde Baru.

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Universitas Pertahanan mengukuhkan Presiden kelima RI Megawati Sukarnoputri sebagai profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik, Jumat (11/6/2021). 

"Saya tumbuh besar di Istana, akibat peristiwa politik tahun 65, saya tidak bisa melanjutkan sekolah, dan tentu saja karena ayah saya dilengserkan," beber Megawati.

Baca juga: Rizieq Shihab Mengaku Pernah Bertemu Budi Gunawan di Arab Saudi pada 2017, BIN Membantah

Setelah tidak di istana, Megawati mengatakan hidup sebagai rakyat biasa.

Masa-masa itu, kata dia, merupakan masa sulit bagi keluarganya.

Namun menurut Megawati, roda kehidupan selalu berputar.

Baca juga: Diciduk Satpol PP Tangerang di Hotel, ABG Lulus SMA Jadi PSK: Mama Tahu Kok Kerjaan Saya

Sejarah memanggilnya untuk terjun ke dunia politik.

Ia menjadi anggota DPR selama tiga periode, sebelum kemudian menjadi wakil Presiden dan Presiden kelima RI.

"Sejarah memanggil saya untuk pertama kali menjadi anggota DPR, dari sampai tiga periode terpotong dua tahun, karena lalu menjadi wakil presiden."

Baca juga: Pelaku Pungli Bisa Kantongi Rp 6,5 Juta per Hari dari Sopir Truk Kontainer, Ditampung Pakai Kardus

"Dan setelah itu menjadi presiden kelima Republik Indonesia," paparnya.

Sebelumnya, Unhan akan menggelar sidang senat terbuka dalam rangka pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Universitas Pertahanan kepada Presiden Kelima RI Megawati Sukarnoputri.

Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian mengatakan, kegiatan tersebut  digelar pada Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Rizieq Shihab Mengaku Pernah Bertemu Budi Gunawan di Arab Saudi pada 2017, BIN Membantah

"Pada Hari Jumat (11/6/2021) akan dilakukan sidang senat terbuka Universitas Pertahanan RI dalam rangka pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik."

"Pada Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI kepada Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Amarulla, dikutip dari laman idu.ac.id, pada Selasa (8/6/2021).

Amarulla mengatakan, sidang senat akademik Unhan telah menerima hasil penilaian Dewan Guru Besar Unhan atas seluruh karya ilmiah Megawati Sukarnoputri.

Baca juga: Diciduk Satpol PP Tangerang di Hotel, ABG Lulus SMA Jadi PSK: Mama Tahu Kok Kerjaan Saya

Hal itu sebagai syarat pengukuhan menjadi Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan.

Ia mengatakan, pemberian gelar itu juga tidak terlepas dari kepemimpinan Megawati dalam menghadapi krisis multidimensi di era pemerintahannya.

“Unhan RI mencatat keberhasilan Ibu Megawati saat di pemerintahan dalam menuntaskan konflik sosial seperti penyelesaian konflik Ambon, penyelesaian konflik Poso, pemulihan pariwisata pasca-bom Bali, dan penanganan permasalahan TKI di Malaysia,” beber Amarulla.

Baca juga: Pelaku Pungli Bisa Kantongi Rp 6,5 Juta per Hari dari Sopir Truk Kontainer, Ditampung Pakai Kardus

Megawati, lanjut dia, menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia.

Selain itu, kata dia, di era Megawati pertama kalinya diselenggarakan pemilihan umum legislatif dan presidensial secara langsung.

Para Menteri Kabinet Gotong Royong di bawah kepemimpinan Ibu Megawati dan sejumlah guru besar dari dalam dan luar negeri pun mengakui peran Megawati, dan telah memberikan rekomendasi akademik atas kuatnya karakter kepemimpinan Megawati.

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus, Bupati: Vaksinasi Bikin Masyarakat Abai Prokes, Merasa Kebal

Ia juga mengungkap sejumlah guru besar telah menjadi promotor Megawati menjadi Profesor Kehormatan.

Beberapa guru besar dari dalam negeri tersebut, kata dia, memberikan rekomendasi akademik berasal dari beberapa perguruan tinggi negeri papan atas.

Sedangkan guru besar dari luar negeri, kata dia, berasal dari Jepang, Cina, Korea Selatan, dan Prancis. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved