Breaking News:

Pungli Sopir Kontainer

Koordinator Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Beli Sepatu Bola Harga Rp 2,7 Juta dari Hasil Pungli

"Yang bersangkutan tahu aktivitas para operator di bawah pengawasannya yang melakukan pungli dengan modus meletakkan kantong plastik atau botol air

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Konferensi pers pengungkapan puluhan pelaku pungli terhadap para sopir truk kontainer di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Rilis digelar di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (10/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK --- Perburuan para pelaku pungutan liar (pungli) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara terus dilakukan aparat kepolisian.

Setelah menangkap tujuh pelaku pungli, kembali kawanan polisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap pelaku tindak kriminalitas dengan cara memungut uang sopir truk kontainer yang beraksi di area JICT, Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (11/6/2021) malam. 

Informasi yang dihimpun Wartakotalive.com, pelaku yang ditangkap diketahui bernama Ahmad Zainul Arifin (39), seorang karyawan outsourcing dari PT MTI. 

"Atasan yang tujuh orang kemarin ditangkap," ungkap Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Putu, Sabtu (12/6/2021).

Sebelumnya pada Kamis (10/6/2021) ada tujuh orang yang ditangkap tidak lama usai sopir truk kontainer mengadukan masalahnya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Putu menambahkan Zainul berperan memberi perintah kepada setiap operator crane untuk memilih truk mana saja yang boleh dibongkar muat terlebih dahulu.

"Yang bersangkutan tahu aktivitas para operator di bawah pengawasannya yang melakukan pungli dengan modus meletakkan kantong plastik atau botol air mineral," ujar Putu. 

Sebagai atasan dari para operator, tersangka kerap mengambil uang sebesar Rp 100-150 ribu per hari dari hasil pungli.

Uang itu dipakai untuk keperluan pribadi seperti membeli sepatu bola. 

“Kami menyita satu buah sepatu bola berwarna hitam hasil pembelian dari uang pungli senilai Rp 2,7 juta,” ungkap Putu. 

Selain itu barang bukti lainnya yang juga disita aparat kepolisian yakni uang tunai senilai Rp 600 ribu dengan rincian 120 lembar uang pecahan Rp 5.000. 

Baca juga: Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Capai Rp 16 Miliar per Bulan, Ternyata Begini Alur Pungutannya

Zainul juga diketahui mengkoordinasi para pelaku agar bisa terbebas dari tuduhan dengan memberi pengumuman di grup WhatsApp Dapur RTGC A saat aparat melakukan penindakan pungli. 

"Yang bersangkutan mengakui memberikan pengumuman sebagai langkah antisipasi agar bisa menyangkal kegiatan yang mereka lakukan," kata Putu.

Atas perbuatannya tersebut, para pelaku pungli dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan dimana ancaman hukumannya sembila 9 tahun penjara.

Baca juga: 24 Pelaku Pungli Sopir Truk Kontainer Ditangkap, Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved