Breaking News:

Sepeda

Komunitas Bike to Work Ajak Pengendara Mobil dan Motor Gelar Aksi di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang

Komunitas Sepeda Bike to Work (B2W) Indonesia mengajak pengendara mobil dan motor serta pesepeda menggelar aksi di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang.

Istimewa
Ilustrasi pesepeda. Komunitas Bike to Work menggalang aksi Black Day sebagai bentuk penolakan diskriminasi kepada pesepeda Road Bike yang boleh menggunakan jalur JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang, Minggu (13/6/2021). 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan, pemerintah daerah belum mengeluarkan keputusan akhir soal penggunaan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang sebagai lintasan sepeda road bike setiap Minggu pagi.

Politisi Partai Gerindra itu berdalih, penggunaan JLNT sejak Minggu (23/5/2021) lalu sampai sekarang baru sebatas uji coba.

“Terkait road bike itu semua kan masih dalam proses belum menjadi keputusan, baru dalam rapat-rapat pembahasan antar Dishub DKI Jakarta, Ditlantas Polda Metro Jaya, Dinas Kesehatan, Satpol PP, komunitas sepeda dan lain sebagainya,” kata Ariza.

Baca juga: Sempat Tenar Awal Pandemi Covid-19, Tahun Ini Penjualan Sepeda Turun, Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Hal itu dikatakan Ariza untuk menanggapi protes yang disampaikan Komunitas Sepeda Bike to Work (B2W) Indonesia mengenai penggunaan JLNT sebagai lintasan sepeda road bike. Mereka menilai kebijakan itu diskriminatif dan bisa menimbulkan konflik sosial baru.

Mereka lalu berencana menggelar aksi damai di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang pada Minggu (13/6/2021) pagi. Mereka juga mengajak pemilik kendaraan beroda empat, roda dua hingga pejalan kaki untuk mengikuti aksi ini.

Menurut Ariza, pemerintah daerah sangat terbuka atas saran, kritik dan rekomendasi dari berbagai pihak terkait penggunaan JLNT sebagai lintasan road bike. Dia mempersilakan masyarakat atau komunitas lain untuk menyampaikan aspirasinya kepada Pemprov DKI.

“Masih dalam proses uji coba jadi mohon semuanya bersabar justru sekarang waktu yang baik bagi kita untuk saling memberikan masukan, saran maupun kritik rekomendasi,” imbuhnya.

Ariza berjanji, pemerintah daerah akan mempertimbangkan masukan atau kritikan dari masyarakat. Kritikan itu nantinya akan dibahas dalam evaluasi penggunaan JLNT sebagai lintasan road bike.

Baca juga: Kenalkan IKM Sepeda ke Masyarakat, Menperin Kunjungi Pabrik Sepeda Kreuz di Bandung

“Silakan beri masukan supaya kami mendengar langsung aspirasinya. Alasan pro dan kontra itu biasa dalam kebijakan, karena tidak mungkin semua kebijakan itu bisa memuaskan semua pihak,” jelasnya.

Dalam setiap mengambil keputusan, kata dia, Anies selalu mempertimbangkan pendapat dari semua pihak, tidak terkecuali para ahli di bidangnya masing-masing. “Jadi sekalipun kami punya kewenangan, tidak pernah mengambil kebijakan secara sepihak,” tegasnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved