Breaking News:

Teknologi

Awas Serangan Gelsemium, Otak di Balik Spionase Dunia Maya, Bagainana Cara Mencegahnya?

Gelsemium adalah grup spionase siber yang aktif sejak 2014 dan terus menyebar malware guna menyerap berbagai informasi di seluruh Asia.

Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
Para peneliti ESET menemukan bahwa para korban operasi serangan Gelsemium, otak spionase dunia maya, berlokasi di Asia dan berasal dari berbagai sektor. 

Gelsemium baru ini juga memiliki tugas baru, yaitu untuk mengambil informasi dari target-target baru yang mencakup pemerintah, universitas, produsen elektronik, dan organisasi keagamaan di Asia.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Para peneliti ESET menemukan aktivitas spionase dunia maya yang bergerak di bawah radar. Aktivitas berbahaya ini bernama Gelsemium.

Demikian salah satu hasil riset yang mencuat pada konferensi ESET World 2021, acara tahunan yang membahas tentang berbagai riset terbaru.

Pada pertengahan tahun 2020, peneliti ESET mulai menganalisis beberapa operasi siber, yang kemudian dikaitkan dengan grup Gelsemium, dan melacak versi paling awal dari malware tersebut hingga tahun 2014.

Baca juga: Link Net Jalin Kemitraan dengan Google Cloud Indonesia Untuk Percepatan Transformasi Digital

Baca juga: Penggunaan Cloud Hosting Diminati selama Pandemi, Dhyhost.com Tawarkan Paket Mulai Rp250 Ribu

Korban-korban operasi ini berlokasi di Asia dan berasal dari berbagai sektor.

Berikut adalah fakta lain yang terungkap dari riset ESET tersebut , yaitu:

Gelsemium adalah grup spionase siber yang aktif sejak 2014

Gelsemium berada di balik serangan rantai pasokan terhadap BigNox yang sebelumnya dilaporkan sebagai Operation NightScout

• Ditemukan versi baru Gelsemium, malware kompleks dan modular, yang kemudian disebut sebagai Gelsemine, Gelsenicine, dan Gelsevirine

“Seluruh rantai Gelsemium mungkin tampak sederhana pada pandangan pertama, tetapi jumlah konfigurasi yang lengkap, yang ditanamkan pada setiap tahap, dapat mengubah pengaturan untuk muatan akhir, sehingga lebih sulit untuk dipahami,” jelas peneliti ESET Thomas Dupuy yang aktif melakukan analisis penelitian Gelsemium.

Baca juga: Kolaborasi dengan Google Cloud, Accenture Rilis Arsitektur Data Pelanggan untuk Bantu Para Pemasar

BigNox

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved