Breaking News:

Virus Corona

Stigma Negatif Terhadap Pasien Covid-19 Hambat Penanganan Pandemi

Menurutnya, 80 persen pasien Covid-19 dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat.

Warta Kota
Bus Sekolah dijadikan sebagai angkutan untuk membawa pasien Covid-19 ke tempat karantina resmi yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K Ginting mengatakan, stigma negatif terhadap pasien Covid-19 sering kali menghambat penanganan pandemi.

Menurutnya, banyak orang enggan mengakui, bahkan tak mau memeriksakan diri saat mulai bergejala, karena khawatir pandangan negatif bermunculan di lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, maupun tempat usaha.

"Masalahnya kita orangnya mau tahu sakit apa, sehingga akhirnya itu berubah orang yang ingin diobati."

Baca juga: Agustiar Sabran: Mari Bersama Kita Yakinkan Masyarakat Agar Tak Takut Divaksin Covid-19

"Misalnya begini, kalau kita tahu si tukang pecel lele itu dirawat dengan dua minggu ini, semua pelanggan enggak ada yang makan."

"Jadi hanya gara-gara itu saja, membuat akhirnya orang enggan dirawat di rumah sakit dan di-tracing kontaknya," katanya dalam talkshow bersama Tribunnews, Kamis (10/6/2021).

Ia pun berharap masyarakat dapat membantu pemerintah, selain dengan displin menegakkan protokol kesehatan, juga menghilangkan stigma buruk kepada pasien Covid-19.

Baca juga: Ditelepon Jokowi, Kapolri Instruksikan Kabareskirm dan Kapolda: Segera Bersihkan Preman!

Agar, saat ada satu orang positif, maka penanganan seperti testing, tracing, dan treatment dapat berjalan lancar.

"Ini juga menjadi tugas kita bersama, artinya kalau pasien itu mau dites, mau diswab itu sebenarnya itu kepahlawanan, terbuka untuk keselamatan bersama," papar Alexander.

Menurutnya, 80 persen pasien Covid-19 dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak 65 Persen Usai Lebaran, Wagub DKI Duga 2 Hal Ini Jadi Penyebabnya

Untuk itu, Alexander berpesan agar masyarakat tidak mudah memberikan cap buruk pada pasien Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved