Breaking News:

Revisi UU ITE

Mahfud MD: Pembuat Konten Asusila Tidak Diatur dalam Usulan Revisi Terbatas UU ITE

usulan pasal 27 ayat 1 revisi terbatas UU ITE pihak yang diancam pidana adalah pihak yang menyebarluaskan konten asusila dan bukan pihak yang membuat

WARTA KOTA/RAFSANZANI JORANG
Mahfud mengatakan dalam usulan pasal 27 ayat 1 revisi terbatas UU ITE pihak yang diancam pidana adalah pihak yang menyebarluaskan konten asusila dan bukan pihak yang membuat konten tersebut 

Wartakotalive.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan sejumlah pasal karet yang diusulkan untuk direvisi pada revisi terbatas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Satu di antaranya adalah pada usulan pasal 27 ayat 1 UU ITE yang menyangkut asusila.

Mahfud mengatakan dalam usulan pasal 27 ayat 1 revisi terbatas UU ITE pihak yang diancam pidana adalah pihak yang menyebarluaskan konten asusila dan bukan pihak yang membuat konten tersebut.

Hal tersebut disampaikan Mahfud saat konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam Jakarta pada Jumat (11/6/2021).

"Sekarang ditegaskan pelaku yang dapat dijerat oleh pasal 27 ayat 1 UU ITE terkait dengan penyebaran konten kesusilaan adalah pihak yang memiliki niat menyebaluaskan untuk diketahui oleh umum suatu konten kesusilaan. Jadi bukan orang yang melakukan kesusilaan (membuat konten asusila)," kata Mahfud.

Namun demikian, bukan berarti tidak ada aturan hukum terhadap pembuat konten asusila.

Aturan tersebut, kata dia, sudah termuat pada undang-undang lain.

Dalam hal ini, Mahfud mencontohkan undang-undang pornografi.

"Kalau orang cuma bicara mesum, orang saling kirim, membuat gambar melalui elektronik, tetapi dia bukan penyebarnya itu tidak apa-apa, apa tidak dihukum? Dihukum tapi bukan UU ITE itu ada undang-undang sendiri misalnya Undang-Undang Pornografi," kata Mahfud.

Ketua Tim Kajian UU ITE sekaligus Deputi III Kemenko Polhukam Sugeng Purnomo menjelaskan secara prinsip disebutkan pasal 27 ayat 1 yang saat ini berlaku, tidak ditegaskan konten yang disiarkan itu memang untuk diketahui oleh publik.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved