Breaking News:

Sekolah Tatap Muka

Ini Aturan Main Jika Pembelajaran Tatap Muka Diberlakukan di Kota Depok

Jadi atau tidaknya PTM di Depok tergantung dari keputusan pemerintah kabupaten/kota dalam hal ini khususnya Pemerintah Kota Depok.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi saat sidak pelaksanaan PPDB 2021-2022 di SMA Negeri 1 Depok, Pancoran Mas, Jawa Barat, Jumat (11/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK -- Jelang dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Depok, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, jadi atau tidaknya PTM tergantung dari keputusan pemerintah kabupaten/kota dalam hal ini khususnya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Hal ini dikatakan Dedi berkenaan dengan adanya pandemi Covid-19 yang membuat masing-masing wilayah memiliki status zona atau risiko penyebaran Covid-19 yang berbeda-beda.

"Diperbolehkannya PTM itu harus seizin pemerintah kota selaku ketua gugus tugas tapi (PTM) tidak bersifat wajib (bagi siswa), jadi, sekarang ini kewenangan itu ada di pemerintah kota," papar Dedi saat Sidak ke SMA Negeri 1 Depok, Pancoran Mas, Jawa Barat, Jumat (11/6/2021).

Video: Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi Minta Siswa Miskin Jadi Prioritas

Dalam PTM nanti, Dedi mengatakan pihaknya menerapkan kebijakan yakni PTM terbatas dengan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Di mana pada intinya, kata Dedi, setelah vaksinasi dimaksimalkan maka semua sekolah harus menyiapkan dua proses belajar sekaligus yang menjadi pilihan bagi para siswa atau orang tua murid.

"Yaitu PTM maupun PJJ (pembelajaran jarak jauh). Orang tua atau wali siswa diberikan hak untuk memilih diantara dua itu apakah PTM atau PJJ," akunya.

Baca juga: Guru dan Murid SMKN 38 Jakarta Antusias saat Ikuti PTM Tahap II

Baca juga: Daniel Girang Bisa Ikuti PTM dan Bertemu Teman di SDN 03 Duri Kepa

Selain itu, jika nantinya PTM diberlakukan, Dedi menegaskam tidak adanya jam istirahat atau jeda seperti yang biasa terjadi sebelum pandemi Covid-19 menyerang tanah air.

"Jadi, begitu datang ke sekolah langsung masuk dan selesai langsung pulang, tidak ada istirahat dan kantin pun belum boleh dibuka," paparnya.

Sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan PTM berlangsung selama dua jam, Dedi mengaku dirinya sudah melakukan survei dan berencana untuk menerapkan proses PTM di sekolah selama empat jam.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved