Breaking News:

Berita Jakarta

Bike to Work Ingatkan DKI Penggunaan JLNT sebagai Lintasan Road Bike Timbulkan Konflik Sosial

B2W menilai,setiap kebijakan harusnya diberlakukan dengan prinsip kesetaraan dan proporsional,semua jenis moda transportasi harus diperlakukan sama

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Bike To Work 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Komunitas sepeda Bike to Work (B2W) Indonesia mengingatkan Pemprov DKI Jakarta soal penggunaan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang sebagai lintasan sepeda road bike (jenis balap).

B2W memandang, kebijakan itu dapat menimbulkan konflik sosial di masyarakat.

“Dengan adanya aturan baru yang tidak ada landasan hukumnya memperbolehkan sepeda jenis road bike melintas, ini justru menimbulkan konflik sosial baru. Bahkan punya ekses terhadap negatifnya pesepeda,” kata Ketua Tim Advokasi B2W Indonesia Fahmi Saimima pada Jumat (11/6/2021).

Fahmi mengaku prihatin dengan kebijakan yang dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta terkait jalur khusus road bike.

Baca juga: PSI Minta Anies Hentikan Hak Istimewa kepada Pesepeda Road Bike untuk Menepis Diskriminasi

Baca juga: Tampil Mesra Bersama Ridwan Kamil, Anies Sebut Kebutuhan Pangan Jakarta Bergantung pada Jabar

Kata dia, setiap kebijakan harusnya diberlakukan dengan prinsip kesetaraan dan proporsional, sehingga semua jenis moda transportasi harus diperlakukan sama dan setara.

“Soal JLNT, aturan yang ada sejak 2017 adalah roda dua dilarang melintas, dan itu berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ujarnya.

“Pada Pasal 287 ayat 1 dan 2, dijelaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dan melanggar aturan rambu bisa didenda Rp 500.000 atau penjara paling lama dua bulan. Rambunya sudah ada yang berarti turunan dari UU, bahkan penilangan terhadap pelanggaran tersebut sudah rutin dilakukan,” lanjutnya.

Baca juga: Kronologi Kericuhan Massa Pro Habib Rizieq dengan Satpol PP saat Kepung Kantor Bima Arya di Bogor

Baca juga: BIN Bantah Klaim Habib Rizieq Bertemu dan Membuat Kesepakatan dengan Budi Gunawan di Arab Saudi

Seperti diketahui, Komunitas Sepeda Bike to Work (B2W) Indonesia mengajak masyarakat untuk mengikuti aksi Black Day di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang pada Minggu (13/6/2021) pagi. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada Pemprov DKI Jakarta yang menjadikan JLNT sebagai lintasan sepeda road bike (balap) setiap Minggu pukul 05.00-08.00.

“Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk kontrol sosial kepada pemangku kebijakan agar konsisten dengan aturan dan tidak diskriminatif sesuai UU Nomor 38 tahun 2004,” tulis Komunitas B2W Indonesia yang dikutip dari akun Instagram, @b2w_indonesia pada Jumat (11/6/2021). 

Pemprov DKI bantah istimewakan pesepeda roadbike

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved