Breaking News:

Kasus Rizieq Shihab

Ungkit Djoko Tjandra, Rizieq Shihab Bilang Jaksa Jadikan Kasus Prokes Lebih Jahat Ketimbang Korupsi

Rizieq Shihab membandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) kepada dirinya dalam perkara hasil tes swab di RS UMMI, dengan kasus Djoko Tjandra.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Nur Ichsan
Rizieq Shihab dituntut 6 tahun penjara atas kasus tes swab Covid-19 di RS Ummi Bogor. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Terdakwa Muhammad Rizieq Shihab membandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) kepada dirinya dalam perkara hasil tes swab di RS UMMI, dengan kasus Djoko Tjandra.

Hal itu diungkapkan Rizieq Shihab saat membacakan pleidoi alias nota pembelaan atas tuntutan jaksa, di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Rizieq Shihab menyebut jaksa telah menyalahgunakan wewenang, karena menuntut dirinya dihukum 6 tahun penjara, lebih berat dibandingkan perkara korupsi.

Baca juga: Tito Karnavian Jelaskan Alasan KPU Usulkan Pemilu 2024 Digelar Bulan Februari, Belum Disepakati

"JPU menjadikan kasus pelanggaran protokol kesehatan sebagai kejahatan yang jauh lebih jahat dan lebih berat daripada kasus korupsi," kata Rizieq.

Adapun dalam kasus yang melibatkan Djoko Tjandra dan jaksa Pinangki Sirna Malasari, keduanya hanya dituntut 4 tahun.

Bahkan, kata Rizieq, berdasarkan data yang dirilis Indonesia Corruption Watch (ICW), pada 2019 ada 604 koruptor yang divonis di bawah 4 tahun penjara.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 9 Juni 2021: Suntikan Pertama 18.718.769, Dosis Kedua 11.436.259 Orang

Lalu, pada 2020 ICW kembali merilis data, rata-rata koruptor divonis di bawah 4 tahun penjara.

"Bahwa dalam kasus korupsi Djoko Tjandra, ternyata Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki masing-masing hanya dituntut empat tahun penjara," ungkap Rizieq.

Dirinya juga menyebut terdakwa lain dalam perkara itu, yakni mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 9 Juni 2021: 7.725 Pasien Baru, 5.883 Sembuh, 170 Meninggal

Irjen Napoleon bahkan dituntut jauh lebih rendah, yakni hanya tiga tahun penjara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved