Breaking News:

Berita Jakarta

Sopir Truk Kontainer Mengeluh ke Jokowi, 12 Pelaku Pungli di Jakarta Utara Ditangkap

Duabelas pelaku pungli itu dibekuk setelah sopir truk kontainer mengadu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Intan Ungaling Dian
Biro Pers/Setpres - Muchlis Jr
Presiden Joko Widodo langsung menelpon Kapolri saat menerima laporan dari para supir kontainer banyaknya pungli dan pemalakan preman saat beraktivitas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, CILINCING - Sebanyak 12 orang ditangkap aparat kepolisian karena melakukan aksi pungutan liar (pungli) terhadap para sopir truk kontainer.

Pelaku pungli itu dibekuk setelah sopir truk kontainer mengadu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan, penangkapan pelaku pungli itu dilakukan setelah para sopir truk kontainer mengeluh praktik pungli saat bertatap muka dengan Jokowi

“Hasil temuan bahwa sering terjadi kemacetan yang dialami oleh para sopir truk dikarenakan adanya pungli,” kata Nasriadi, Kamis (10/6/2021). 

Baca juga: VIDEO : Detik-Detik Presiden Jokowi Telpon Kapolri Laporkan Pungli dan Preman Tanjung Priok

Baca juga: VIDEO Kolaborasi Pemkot Jakpus, Satgas Saber Pungli Berkomitmen Ciptakan Jakarta Bebas Pungli 

Setelah mendapat laporan itu, tim gabungan dari Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, dan Unit Reskrim Polsek Cilincing melakukan proses lidik. 

"Dari hasil penyelidikan, didapatkan keterangan bahwa proses pungli yang dilakukan oleh sindikat ini memiliki berbagai tahap,” ujarnya. 

Berdasarkan keterangan itu, aparat kepolisian lalu menangkap 12 orang di depo di kawasan KBN Marunda, Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021) pukul 13.00 WIB. 

"Telah berhasil diamankan sejumlah 12 orang dengan peran masing-masing,” kata Nasriadi.

Baca juga: Berpeluang Jadi Celah Pungli, Pengusaha Karaoke Keberatan Soal Wacana Pengawasan Harian

Baca juga: Diduga Pungli SIM, Oknum Perwira Polisi di Polresta Bandar Lampung Kena OTT, Begini Kata Mabes Polri

Aksi pemerasan yang dilakukan para pelaku mengakibatkan proses bongkar muat kontainer menjadi terhambat.

Imbasnya kemacetan truk kontainer pun tidak terhindarkan. 

“Apabila uang pungli tidak diberi, maka kegiatan bongkar muat di depo tersebut akan terhambat dan kontainer tidak akan diperbolehkan masuk,” kata Nasriadi. 

Setelah penangkapan dan penggeledahan para pelaku, pelaku dan sejumlah barang bukti  diamankan dan dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Utara untuk penyidikan lebih lanjut. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved