Berita Nasional

Komisi Yudisial: Seleksi Calon Hakim Agung Masuk Tahap Ketiga, Perlu Waktu Dua Bulan

Siti Nurdjanah mengatakan, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan ke depan untuk merampungkan seleksi tahap ketiga tersebut.

KOMPAS.COM/KIKI NASUTION
Seleksi calon hakim agung yang diselenggarakan oleh Komisi Yudisial (KY) RI saat ini sudah memasuki tahap ketiga. Foto ilustrasi: Gedung Komisi Yudisial, Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial (KY) Siti Nurdjanah mengatakan, seleksi calon hakim agung yang diselenggarakan oleh Komisi Yudisial (KY) RI saat ini sudah memasuki tahap ketiga.

Siti Nurdjanah mengatakan, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan ke depan untuk merampungkan seleksi tahap ketiga tersebut.

"Tes tahap ketiga ini biasanya agak lama dan memerlukan waktu dua bulan," kata Siti Nurdjanah di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Siti Nurdjanah menerangkan, pada tahap ketiga tersebut para calon hakim agung akan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Tidak hanya kesehatan fisik, kata Siti Nurdjanah, tetapi juga kesehatan jiwa atau mental.

Baca juga: KABAR Baik, Instagram dan Facebook Beri Peluang Konten Kreator-Influencer Raih Penghasilan Tambahan

Baca juga: Perempuan Ini Jadi Korban Jambret di Kayu Putih, Pelaku Beraksi Sendirian

Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk memastikan para calon hakim agung benar-benar mampu mengemban tugas yang diberikan.

Apalagi, secara keseluruhan jumlah perkara yang ditangani di Mahkamah Agung (MA) pada 2020 mencapai 20.000 perkara.

"Jadi hakim agung ini harus benar-benar sehat fisiknya dan sehat jiwanya," kata Siti.

Tes kesehatan para calon hakim agung dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, dan hasilnya pun telah diserahkan ke KY.

Baca juga: Sudah Minta Maaf, Semua Gerai McDonalds di Jakarta Bisa Beroperasi Kembali

Setelah tes kesehatan, selanjutnya para calon hakim agung akan menjalani tes "assesment profile" atau pengukuran kompetensi yang sistematis guna menggali kompetensi seseorang.

"Pada tahap ini kepribadian calon hakim agung akan dinilai termasuk bagaimana minatnya dan bakatnya," ujar dia.

Menurut dia, kepribadian seorang calon hakim agung perlu diketahui. Sebab, belum tentu setiap orang yang pintar secara akademik berbakat menjadi hakim agung.

Secara umum terdapat lima tahapan dalam proses seleksi calon hakim agung 2021.

Baca juga: Hujan Sesaat, Jalan Raya Cirendeu Terendam Banjir 30 Cm, Lalu LIntas Macet Parah 2 Arah

Pertama seleksi administrasi, seleksi kualitas, seleksi kesehatan dan kepribadian, wawancara dan terakhir pengusulan calon hakim agung ke DPR.

Seleksi tersebut untuk memenuhi permintaan MA sesuai Surat Wakil Ketua MA Bidang Nonyudisial Nomor 7/WKMA-NY/SB/2/2021 tentang Pengisian Kekosongan Jabatan Hakim Agung pada MA.

Melalui surat tersebut, MA membutuhkan 13 hakim agung terdiri dari dua orang untuk kamar perdata, delapan orang untuk kamar pidana, satu orang untuk kamar militer, dan dua orang untuk kamar tata usaha negara khusus pajak. (Antaranews)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved