Breaking News:

Pencemaran Lingkungan

Jangan Buang Minyak Jelantah Sembarangan, Ini Sederet Bahayanya

Membuang minyak jelantah sembarangan dapat berdampak buruk bagi lingkungan karena minyak sulit diurai oleh mikroorganisme tanah.

Istimewa
Rumah Sosial Kutub distribusikan 6000 tanki/ derigen minyak jelantah ke seluruh Kelurahan di wilayah Kotamadya Jakarta Selatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Limbah rumah tangga sisa penggorengan berupa minyak goreng bekas yang sering disebut jelantah pernah menjadi masalah serius di sebuah pemukiman padat penduduk bernama Cilincing di Jakarta Utara.

Warga membuang limbah itu sembarangan ke perkarangan rumah dan saluran air, sehingga menimbulkan aroma anyir serta serangan lalat yang mencerminkan aura kumuh lingkungan tempat tinggal.

Awal 2020, ketika banjir besar merendam sebagian daratan di Jakarta termasuk Cilincing, tumpahan minyak jelantah yang dulu dibuang sembarangan menyeruak ke permukaan terbawa arus banjir.

"Minyak jelantah yang sudah lama dibuang bentuknya keras seperti lemak sapi berwarna kuning pucat mengambang di air banjir," kata petugas operasional Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Samsudin saat ditemui di Jakarta, awal Juni 2021.

Membuang minyak jelantah sembarangan dapat berdampak buruk bagi lingkungan karena minyak sulit diurai oleh mikroorganisme tanah.

Baca juga: TP PKK Jakut Luncurkan Program Tersenyum, 6.000 ATM Siap Tampung Minyak Jelantah

Baca juga: Tangani Limbah Minyak Jelantah, Program PKK dan RPTRA Jakarta Utara Tersenyum Diluncurkan

Bak gayung bersambut, ketika warga sedang kebingungan mencari cara untuk menangani limbah minyak goreng bekas, pemerintah setempat yang bekerja sama dengan lembaga nonprofit Rumah Sosial Kutub mencanangkan program sedekah minyak jelantah.

Program itu mengedukasi warga agar tak lagi membuang limbah minyak goreng bekas ke perkarangan dan saluran air.

Limbah minyak goreng bekas itu mesti dikumpulkan dalam wadah penampungan berupa jerigen atau botol.

"Warga menyambut gembira program itu karena mereka tak lagi bingung menangani limbah minyak jelantah," tutur koordinator pengumpulan minyak jelantah Nakri.

Pria paruh baya ini menyampaikan jadwal pengumpulan minyak jelantah di kawasan tempat tinggalnya dilakukan setiap Jumat pagi mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Baca juga: Tekan Pencemaran Lingkungan, Alfamart Latih Cara Kelola Limbah Minyak Jelantah menjadi Sabun Cuci

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved