Berita Jakarta

Diyakini Solusi Cegah Banjir di Jakarta Selatan, Waduk Brigif Masih Terbengkalai, Kapan Dibangun?

Proyek pembangunan Waduk Brigif di Jalan Aselih, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diyakini merupakan salah satu cara dan langkah untuk mengendalik

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Lahan lokasi Waduk Brigif di Jalan Aselih, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Waduk ini nantinya diyakini merupakan salah satu cara dan langkah untuk mengendalikan air sehingga mencegah banjir di Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Prroyek pembangunan Waduk Brigif di Jalan Aselih, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diyakini merupakan salah satu cara dan langkah untuk mengendalikan air sehingga mencegah banjir di Jakarta.

Waduk ini merupakan salah satu proyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bernama 942-DV tahun ini. Adapun proyek tersebut meliputi; pembangunan dan rehabilitasi 9 polder, pembangunan 4 waduk, revitalisasi 2 kali, serta peningkatan sistem drainase vertikal. 

Baca juga: Anies Berambisi Olah Air dari Sebelas Waduk Setelah Sukses Bangun SPAM Komunal di Waduk Mookevaart

Pantauan Warta Kota di lokasi Waduk Brigif, Kamis (10/6/2021) siang, plang berwarna biru dengan tulisan 'Waduk Brigif' warna kuning, tampak berdiri tegak.

Di atas tulisan itu ada tulisan yang lebih kecil 'Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI'.

Di bawahnya ada tulisan 'Bidang Sungai dan Pantai Sistem Aliran Tengah Provinsi DKI Jakarta'.

Baca juga: Gagal Atasi Banjir, 4 Waduk yang Baru Dibangun di Sepanjang Aliran Kali Cipinang Bakal Ditata Ulang

Meski begitu lokasi waduk di belakang plang, tampak hanya berupa rawa seluas sekitar 1 sampai 2 hektar dengan dikelilingi pohonan dan rumput di sekelilingnya.

Air rawa tampak kotor dan menghitam.

Tak jauh sejajar dari plang berdiri Rumah Jaga Waduk Brigif bertembok biru.

Bangunan satu lantai dengan halaman samping itu dikelilingi pagar kawat setinggi dua meter serta juga gerbang kawat.

Baca juga: MANGKRAK di Era Ahok, Lalu Dijalankan ANIES, Waduk Pondok Ranggon Jadi Kunci Atasi Banjir Kp Melayu

Warta Kota sempat menyambangi rumah jaga waduk yang gerbang kawatnya tak terkunci itu, Kamis (10/6/2021).

Seorang perempuan ramah menerima Warta Kota dan menjelaskan sudah sejak sekitar setahun labih ia tinggal di sana bersama suaminya Ubaidilah dan anaknya.

Menurutnya suaminya Ubaidilah yang ditugaskan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menjadi petugas di Rumah Jaga Waduk Brigif.

Baca juga: Upaya Penanggulangan Banjir dan Genangan di Ibu Kota, Bangun Kolam Retensi hingga Waduk

Namun saat itu Ubaidilah tak ada di sana dan mengerjakan tugas lapangan lain.

"Tunggu bapak saja mas," katanya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved