Breaking News:

Virus Corona

Warga Kabupaten Bekasi Dilarang Gelar Resepsi Pernikahan untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi kembali melarang warga menggelar resepsi pernikahan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Intan Ungaling Dian
Wartakotalive/Muhammad Azzam
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan melarang warga Kabupaten Bekasi mengggelar resepsi pernikahan atau kegiatan yang berpotensi mengumpulkan orang banyak. Alasannya, larangan ini untuk mencegah penyebaran virus corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi kembali melarang warga menggelar resepsi pernikahan.

Larangan menggelar resepsi pernikahan itu dilakukan setelah ditemukannya kasus baru dari kegiatan hajatan di Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Dari klaster hajatan itu ditemukan 33 warga positif virus corona.

Mereka telah dibawa ke tempat isolasi terpusat di Hotel Ibis Cikarang dan satu warga di Rumah Sakit Ananda Babelan.

“Saya minta kepada gugus tugas agar tidak mengizinkan hajatan yang berpotensi menimbulkan cluster baru,” kata Wakil Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kombes Hendra Gunawan, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Kepala Desa Setia Asih Bekasi Minta Masyarakat tak Kendur 5M, Antisipasi Muncul Klaster Covid-19

Baca juga: Pasar Pagi Villa Mutiara Gading Bekasi Ditutup 4 Hari karena Covid-19

Selain hajatan, kata Hendra, kegiatan masyarakat lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan lebih dari lima orang juga tidak diperbolehkan.

"Jadi kegiatan keagamaan, sosial, budaya, seni, ulang tahun ataupun yang menimbulkan kerumunan kita larang untuk sementara waktu," ujar Hendra yang juga Kapolres Metro Bekasi.

Jika  warga nekat melaksanakan resepsi pernikahan yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat, maka petugas akan melakukan tindak tegas⁣

“Akan ada saksi bila nekat melakukan pesta perkawinan karena sudah ada perda, termasuk sanksi pidana bila masih membandel lakukan yang berpotensi kerumunan warga,” ucap Hendra. 

Hendra menuturkan,  kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi semakin tinggi.

Baca juga: Calon Peserta PPDB SMA/SMK Kota Bekasi Mengeluh, Beberapa Kali Gagal Terus Unggah Dokumen

Baca juga: Bantu Pelaksanaan PPDB Kota Bekasi, Disdukcapil dan Dinsos Tempatkan Petugas di Posko Terpadu PPDB

Kedepan, pihaknya akan kembali menggencarkan kegiatan operasi yustisi untuk menekan penyebaran Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved