Breaking News:

PPDB

KPAI Terima Empat Pengaduan Terkait PPDB, Dua Laporan Berasal dari Jakarta

Komisioner KPAI, Retno Listyarti, mengatakan sampai dengan 8 Juni 2021, pihaknya baru menerima empat pengaduan terkait PPDB, dua berasal dari Jakarta.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Muhammad Azzam
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan pihaknya sementara menerima empat pengaduan, dua berasal dari Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan sampai dengan 8 Juni 2021, KPAI baru menerima empat pengaduan  terkait PPDB.

"Kasus pertama tentang anak pengadu yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat dan pindah domisili ke kota Surabaya, Jawa Timur), namun tidak bisa mengikuti PPDB sistem zonasi karena KK belum satu tahun di tempat yang baru," jelas Retno, Rabu (9/6/2021). 

Sedangkan pengaduan kedua katanya berasal dari Sumatra Utara.

"Yaitu pengaduan terkait teknis, dimana anak pengadu memilih sekolah A, namun ketika selesai mendaftar terteranya di sekolah B," kata Retno.  

Adapun dua pengaduan lagi tambah dia, berasal dari DKI Jakarta.

"Di mana pengadu mempermasalahkan jalur prestasi yang menggunakan akreditasi sekolah melalui persentil sehingga merugikan anak pengadu," ujarnya.

Pada Senin (7/6/2021), Retno Listyarti mengaku melakukan pengawasan PPDB DKI Jakarta Tahun 2021 ke Posko PPDB DInas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. 

Baca juga: KPAI: PPDB SMA di DKI Libatkan Sekolah Swasta, karena 168 Kelurahan Tak Ada SMAN

"Saat pengawasan, selain bertemu Ketua Panitia PPDB dan sejumlah pejabat Disdik DKI Jakarta, Retno juga melakukan pendaftaran online PPDB pada pukul 09.00 wib, untuk putra bungsunya yang akan mendaftar masuk SMP Negeri dan gagal login karena sistem PPDB sedang mengalami gangguan," ujar Retno.

Namun, dari hasil pantauan KPAI melalui media sosial sepanjang siang sampai malam tersebut ada sebagian kecil pendaftaran berhasil masuk sistem.

"Tapi sebagian besar belum bisa, sehingga banyak netizen yang meluapkan kemarahannya melalui media sosialnya," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved