Keberatan Bosnya Dibilang Masih Lama Jadi Presiden, Politikus Demokrat Minta Yasonna Cabut Ucapan

Yasonna bercanda dengan menyebut bos Benny K Harman masih lama menjadi presiden karena masih muda.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Menkumham Yasonna Laoly melontarkan candaan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, saat membahas pasal penghinaan presiden di RUU KUHP. 

Lebih lanjut, Yasonna memberikan penegasan, penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden tidak dapat dibiarkan apa pun bentuknya.

Baca juga: Ubah Keterangan, Stepanus Robin Pattuju Mengaku Tak Terima Rp 3,15 Miliar dari Azis Syamsuddin

"Artinya itupun tidak kita biarkan, Pak. Itu enggak kita biarkan, enggak boleh kita biarkan."

"Menghina seorang Wakil Presiden, apa lagi Pak Wapres kita kiai terhormat, digituin misalnya, enggak benar lah, saya kira demikian," ucapnya.

Sebelumnya, draf rancangan Undang-undang KUHP dibuka kepada publik.

Baca juga: Wacana Duet Mega-Prabowo di Pilpres 2024, Tjahjo Kumolo: Tunggu Tanggal Mainnya Saja

Dalam draf itu, diatur pula pasal-pasal terkait penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden.

Berdasarkan draf RUU KUHP yang didapatkan Tribunnews, hal itu termaktub pada Bab II yang mengatur Tindak Pidana terhadap Martabat Presiden dan Wakil Presiden.

Awalnya diatur pasal yang akan dikenakan kepada orang yang menyerang diri presiden maupun wakil presiden.

Baca juga: Bantah Bikin Daftar Pegawai KPK yang Harus Diwaspadai, Firli Bahuri Mengaku Tak Punya Kepentingan

Ancaman pidana lima tahun menanti bagi yang melanggar pasal ini.

Hal itu tercantum dalam Pasal 217 yang berbunyi :

Pasal 217

Setiap orang yang menyerang diri Presiden atau Wakil Presiden yang tidak termasuk dalam ketentuan pidana yang lebih berat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun.

Kemudian pasal yang menjerat orang apabila menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri presiden maupun wakil presiden tercantum dalam Pasal 218. Pasal itu berbunyi:

Pasal 218

(1) Setiap orang yang di muka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wakil Presiden dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved