Breaking News:

Berita Daerah

Kasus Penipuan Perumahan Bodong di Semarang, 40 Warga Jadi Korban dengan Total Kerugian Rp 4 Miliar

Ada 40 warga jadi korban penimpuan perumahan bodong di Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Semarang.

Editor: Panji Baskhara
shutterstock
Ilustrasi: Sebanyak 40 warga jadi korban penimpuan perumahan bodong di Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Semarang hingga alami kerugian yang bervariatif dengan total Rp 4 miliar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 40 warga jadi korban penipuan perumahan bodong di Kelurahan Tlogomulyo, Kecamatan Pedurungan, Semarang.

Diketahui, 40 warga Tlogomulyo jadi korban kasus penipuan perumahan bodong tersebut alami kerugian yang bervariatif dengan total Rp 4 miliar.

Akhirnya, seorang pengembang pengembang real estate bernama Slamet Riyadi (36) selaku warga Jagalan telah dibekuk kepolisian dari Satreskrim Polrestabes Semarang.

Slamet Riyadi mengaku-ngaku sebagai Direktur PT Madinah Alam Persada yang tawarkan perumahan berlokasi di Tlogomulyo ke para korbannya.

Baca juga: Pelaku Penipuan Investasi Bodong Raup Keuntungan Rp 15,6 Miliar, Korbannya Diperkirakan 100 Orang

Baca juga: Kasus Penipuan Investasi Bodong Hingga Miliaran Rupiah Terungkap, Pelakunya Seorang Wanita

Baca juga: Terpidana Kasus Penipuan Akan Dibebaskan, Ibu Hartati Minta Perlindungan Hukum ke Jokowi & Ketua MA

Menurut Wakapolrestabes Semarang AKBP Iga D P Nugraha, pelaku menlakukan penipuan dengan cara menjual satuan perumahan atau lingkungan siap bangun (Lisiba).

Dia dianggap melanggar Pasal 154 UU RI NO 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan Dan Kawasan Pemukiman Atau  Pasal 378 KUHP.

"Ada tiga orang yang melaporkan kejadian ini dan setelah diselidiki ternyata ada 40 korban lainnya," ujarnya saat gelar perkara di Polrestabes Semarang, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya dari tiga pelapor mengalami kerugian bervariatif mulai dari Rp 75 juta, Rp 101 juta, dan Rp 160 juta.

Kemudian untuk 40 korban lainnya yang dihimpunnya kerugian ditaksir mencapai Rp 4 miliar.

"Tiga korban yang melapor adalah Soty Kanwilyanti, Lidya Sri Lestari, dan Widia Arip Soejitno," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved