Breaking News:

Berita Video

VIDEO Kolaborasi Pemkot Jakpus, Satgas Saber Pungli Berkomitmen Ciptakan Jakarta Bebas Pungli 

unit pemberantasan pungutan liar DKI Jakarta, kami datang untuk memberikan penguatan, sosialisasi apa apa yang harus dilaksanakan

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM,GAMBIR - Pemerintah Kota Jakarta Pusat menggelar sosialisasi bebas pungutan liar (pungli) sebagai upaya mewujudkan kota Jakarta Pusat bebas dari pungli. Sosialisasi dilakukan juga sesuai dengan program satgas saber pungli tahun 2021.

Inspektur pengawas daerah (Irwasda) Polda Metro Kombes Pol, Herukoco mengatakan kehadirannya dalam rangka sosialisasi ini sebagai bentuk penguatan sekaligus sosialisasi untuk menjadikan Jakarta Pusat bebas pungli.

"Kami dari unit pemberantasan pungutan liar DKI Jakarta, kami datang untuk memberikan penguatan, sosialisasi apa apa yang harus dilaksanakan khususnya di Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPPL) kota Jakarta Pusat untuk mencapai kota bebas pungli," kata Herukoco, Selasa (8/6/2021).

Dengan ditentukan satgas unit pemberantasan pungutan liar ini, tim segera melakukan tugas untuk berkolaborasi dengan jajaran Suku Dinas untuk memenuhi nilai-nilai menjadi salah satu kota bebas pungli.

Adapun, ketegori penilaian kota bebas pungli seperti sumber daya manusia (SDM), bidang organisasi, operasional kemudian di bidang sarana prasarana termasuk anggaran.

"Itu ada beberapa faktor tapi yang penting bagaimana kita bisa berbuat kepada masyarakat supaya masyarakat mendapatkan pelayanan sebaik baiknya dan juga yang bebas dari pungli," katanya.

Terkait sanksi yang diberikan, dikatakan Herukoco ada beberapa pasal yang akan disangkakan seperti pasal 368 KUHP terkait pemerasan, pasal 423 KUPH terkait penyalahgunaan wewenang jabatan.

"Tentunya kita ada beberapa tahapan artinya bisa dikembalikan ke kepala lembaga tersebut untuk dilakukan tindakan administrasi, itu juga bisa juga dengan pertimbangan, kalo terbukti dan kerugian cukup besar bisa dilakukan secara hukum," ujarnya.

Sementara, Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Agoes menyampaikan ada beberapa instansi yang dinilai rawan terjadi pungli yang menjadi perhatian Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Ya memang tadi saya sebutkan, ada seperti perizinan, ekspor impor, ada kegiatan lain yang melibatkan masyarakat juga banyak juga ada beberapa macam tuh. Nah ini yang menjadi atensi kita nanti," katanya.

Dengan dibentuknya tim saber pungli serta kolaborasi dengan Pemerintah daerah, setidaknya ia berharap kasus pungli dapat dicegah. Sehingga Jakarta Pusat bersih dari pungutan liar.

"Kita sudah bentuk tim satgas saber pungli. Ini bentuk sinergitas kita tentunya ini tidak bisa kita tangani sendiri. Untuk itu kita sinergi dengan pemda juga," ucapnya. (JOS).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved