Breaking News:

Usai Audiensi dengan GMNI, Mensos Risma Tegaskan Dukung Social Entrepreneurship

DPP GMNI bakal menggelar Milenial Socioentrepreneurship selama tiga hari, yaitu mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2021, di Pasuruan, Jawa Timur.

Penulis: Ichwan Chasani | Editor: Ichwan Chasani
Istimewa/Humas Kemensos RI
Menteri Sosial Tri Rismaharini. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Menteri Sosial Tri Rismaharini menegaskan pihaknya akan mendukung pihak mana pun yang bergerak di bidang kewirausahaan sosial (social entrepreneurship).

Hal itu ditegaskan Mensos Risma usai menerima audiensi pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI di kantornya, Jalan Salemba Raya, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

“Nanti kita akan bahas bersama-sama, karena mereka sekarang bergerak ke arah sana, bagaimana mereka berlatih socio entrepreneurship. Kami akan support siapapun yang niatnya memang untuk kemajuan,” ungkap Mensos Risma.

Ketua Umum DPP GMNI, Arjuno Putra Aldino mengatakan GMNI Milenial Socioentrepreneurship bakal digelar selama tiga hari, yaitu mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2021, di Pasuruan, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut rencananya bakal dihadiri 200-an perwakilan mahasiswa yang telah menjalankan usaha namun belum banyak berkembang, maupun mahasiswa yang baru akan merintis usaha.

Ketua Umum DPP GMNI, Arjuno Putra Aldino.
Ketua Umum DPP GMNI, Arjuno Putra Aldino. (Warta Kota/Ichwan Chasani)

“Pesertanya sekitar 200-an dari perwakilan GMNI seluruh Indonesia, kami ada 150 pengurus cabang di kabupaten/kota. Kami harapkan Mensos Risma berkenan memberikan arahan saat lokakarya itu,” ungkapnya.

Arjuno menyatakan sudah menyeleksi peserta yang sudah punya usaha dan yang baru mau memulai usaha. “Kami ada ajang kompetisinya juga. Siapa yang memenuhi syarat tertentu yang kami tentukan bersama Kemensos, bisa mendapatkan pelatihan maupun permodalan,” imbuhnya.

Arjuno menambahkan, pihaknya juga merangkul kementerian lain yang bersiap memberikan modal usaha seperti Kementerian Koperasi dan UKM, Dikti, dan Kemenpora.

Pelatihan tersebut akan berfokus pada tiga hal, yaitu pertama tentang pemahaman kewirausahaan di tengah pandemi, kedua soal digitalisasi pemasaran untuk memasuki marketplace, dan ketiga soal pembayaran digital. “Kami akan lakukan penjajakan untuk menggandeng beberapa marketplace,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved