Berita Jakarta

Tak Hanya Bangunan Dibongkar, Pemilik Rumah Kost di Kebagusan Juga Diseret ke Pengadilan

Tak Hanya Bangunan Dibongkar, Pemilik Rumah Kost di Kebagusan Bakal Diseret ke Pengadilan. Alasannya karena dinilai sengaja langgar IMB

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Tim Bongkar Satpol PP Jakarta Selatan tengah membongkar rumah kost di Jalan Mawar RT 01/05, Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Selasa (8/6/2021). Pembongkaran dilakukan terkait pelanggaran IMB 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tak hanya bangunan dibongkar petugas, pemilk rumah kost di Jalan Mawar RT 01/05, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan juga akan diseret ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Alasannya karena pemilik bangunan dinilai sengaja melanggara izin mendirikan bangunan (IMB).

Hal tersebut terungkap ketika jajaran Satpol PP Jakarta Selatan melakukan penertiban bangunan pada Selasa (8/6/2021).

Pembongkaran diungkapkan Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan dilakukan karena bangunan diketahui melanggar jarak bebas.

"Pelanggarannya jarak bebas. Itu sesuai arahan teknis yang direkomendasikan untuk dibongkar,” kata , saat dihubungi, Selasa (8/6/2021).

Ujang mengaku, pelanggaran jarak bebas yang dibongkar pihaknya hanya pada sisi bagian barat bangunan.

“Jarak bebas yang dilanggar sekitar empat meteran dari tembok, dan itu harus dikosongkan,” kata Ujang.

“Kalau izinnya sudah benar ya rumah kos. Dan pemiliknya juga sudah mengakui salah,” tambahnya.

Sementara, Kepala Sektor Sudin Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Kecamatan Pasar Minggu, Agung Wijanarko mengatakan, selain melakukan pembongkaran, pihaknya juga akan menyeret pemilik bangunan tersebut ke pengadilan.

Pemilik bangunan, kata Agung, akan diajukan dalam sidang yustisi pada akhir tahun 2021 mendatang.

Baca juga: 6 Bulan Dinyatakan Pulih dari Covid-19, Sandiaga Uno Akui Deg-degan Jalani Vaksin Perdana Hari Ini

“Kita akan ajukan dalam sidang yustisi untuk pemilik bangunannya,” kata dia.

Meski pemilik bangunan diseret ke pengadilan, lanjut Agung, namun penindakan terhadap pelanggaran pembangunan masih dilakukan.

Pembangunan rumah kos di atas lahan seluas 600 meter itu, dikatakan Agung, melanggar jarak bebas samping dan jarak bebas belakang seluas empat meter.

Baca juga: Pelaksanaan PPDB 2021 Bermasalah, Server Lemot hingga Layanan Call Center Tak Bisa Dihubungi

Tak hanya itu, pembangunan juga dianggap melanggar aturan terkait koefsien dasar bangunan (KDB) yang ditetapkan Pemprov DKI.

“Harus dipotong kelebihan dari atas ke bawah sekitar empat meter. Itu pelanggaran KDB lantai satu, lantai dua sih masih kosong,” kata Agung.

Terkait hal tersebut, Widodo selaku pemilik bangunan mengakui kesalahan.

Dirinya pun mengaku pasrah ketika bangunannya dibongkar Satpol PP Jakarta Selatan.

Namun dirinya mengaku keberatan ketika mengetahui Pemkot Jakarta Selatan juga akan menyeretnya ke pengadilan.

"Berat juga ya kalau harus bayar denda, kan sudah dibongkar, kenapa harus bayar denda lagi," ungkapnya.  

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved