Breaking News:

Sudah Pernah Ditangani Dewan Pengawas KPK, Polri Ogah Usut Dugaan Gratifikasi Firli Bahuri

Polri tak akan mengusut dugaan penerimaan gratifikasi oleh Ketua KPK Firli Bahuri dalam penyewaan helikopter.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri ke Bareskrim Polri, atas dugaan penerimaan gratifikasi dalam penyewaan helikopter saat perjalanan pribadi ke Ogan Komering Ulu, Baturaja pada 20 Juni 2021. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polri tak akan mengusut dugaan penerimaan gratifikasi oleh Ketua KPK Firli Bahuri dalam penyewaan helikopter.

Dugaan gratifikasi itu sebesar Rp 141 juta.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, kasus tersebut sudah ditangani oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Baca juga: Draf RKUHP Ancam Gelandangan Didenda Rp 1 Juta, Lebih Tinggi dari Perda DKI Jakarta

"Tentunya Bareskrim telah memiliki pertimbangan-pertimbangan, karena hal-hal yang dilaporkan sudah pernah diusut di internal daripada KPK itu sendiri," kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Ia meminta semua pihak menghormati asas praduga tak bersalah terkait penerimaan gratifikasi Firli Bahuri.

Namun demikian, dia tak menjelaskan lebih lanjut apakah laporan ICW itu telah dikembalikan kepada Dewas atau tidak.

Baca juga: Menko PMK Muhadjir Effendy: Dana Haji Saya Jamin Aman

"Kalau tindakan pidana kita tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah."

"Semua harus didalami, apalagi menyangkut hal-hal yang gratifikasi atau korupsi seperti itu perlu pendalaman."

"Sehingga sekali lagi hal-hal tersebut tidak serta merta, tapi perlu pendalaman dari laporan tersebut," tuturnya.

Baca juga: Dukung Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Dede Yusuf: Orang Tua Sudah Stres dan Tak Mau Bayar SPP

Namun demikian, imbuh Rusdi, pihaknya tetap menolak mengusut kasus tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved