Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Santri di Harjasari Kota Bogor Positif Covid-19 Bertambah Jadi 65 Orang, Ini Kata Dedie A Rachim

Santri di Harjasari Kota Bogor Positif Covid-19 tambah Jadi 65 Orang, Ini Kata Dedie A Rachim. Camat dan lurah diminta swab tes pesantren jelang PTM.

Dok. Pemkot Bogor
Santri di Harjasari Kota Bogor Positif Covid-19 Bertambah Jadi 65 Orang, Ini Kata Dedie A Rachim. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Santri di Harjasari, Bogor Selatan, Kota Bogor positif Covid-19 bertambah jadi 65 orang, ini kata Dedie A Rachim.

Hingga Senin (7/6/2021) siang, ada total 65 orang penghuni Pondok Pesantren Bina Madani di RW 12 Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Hasil itu diketahui usai test Swab PCR massal yang dilakukan sehari sebelumnya, pada Minggu (6/6/2021).

Dari total 65 kasus positif saat ini pun, sudah ada 56 orang yang dilakukan perawatan di BPKP Ciawi, 8 orang di isolasi di rumah serta 1 orang masih di pesantren dan sedang dilakukan proses evakuasi.

"Hari ini kita mendapatkan update dari 454 orang yang sudah kita lakukan swab test PCR, ada 33 santri yang terkonfirmasi positif. Jadi menambah dari yang sebelumnya ada 32 santri. Dimana diantaranya sudah kita pindahkan ke pusat isolasi di BPKP Ciawi," kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim di Balai Kota Bogor.

Dedie A Rachim merinci, dari 33 kasus penambahan tersebut, 20 merupakan santri putra. Dan sisanya adalah 13 santri wanita.

Baca juga: Wali Kota Bogor Bima Arya Serukan Aksara Sunda Harus Go Digital, Pintu Gerbang Bagi Milenial

Dengan bertambahnya kasus tersebut, Dedie A Rachim ingin tetap memastikan kegiatan di ponpes tersebut ditutup dan ditiadakan sementara. Termasuk kegiatan peribadatan yang melibatkan warga itu dikurangi atau bahkan dibatasi.

"Kemudian juga kita sedang melakukan tracing lagi untuk mereka yang melakukan kontak erat kepada para santri. Terutama selama dalam proses perjalanan dari daerah asal masing - masing sampai ke Bogor," sahut Dedie.

Diketahui sebelumnya, terdapat 453 orang penghuni Pondok Pesantren Bina Madani. Jumlahnya terdiri atas 176 orang santri putri, 222 orang santri putra, pengurus putri 34 orang, dan pengurus putra 21 orang.

Baca juga: Blok F Trade Center Kota Bogor Miliki Aplikasi E-Kujang, Bima Arya Sampaikan Pesan Mendalam

Dedie juga menyinggung dengan adanya kasus ini, berpengaruh besar dengan proses uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang saat ini masih berlangsung. Hal itu yang kemudian menjadi kekhawatiran pula saat ini.

Halaman
12
Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved