Breaking News:

Perbaikan Data Nama KPM Sebabkan Penyaluran Bansos Sembako Sempat Tertahan

Saat ini, Kemensos sedang melakukan persiapan rekapitulasi data pencairan bersama PT Pos Indonesia.

Editor: Ichwan Chasani
istimewa
Ilustrasi pencairan bantuan sosial dari Kementerian Sosial. 

WARTAKOTALIVE.COM, LUMAJANG — Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), atau sekarang disebut Program Sembako, sempat mengalami hambatan pada Maret hingga April. Hal ini disebabkan banyak nama keluarga penerima manfaat (KPM) yang tidak akurat.

"Memang ada. Tapi sebenarnya bukan kendala. Seluruh Indonesia ditahan dulu. Sempat ada perbaikan data di Pusat Data Informasi (Pusdatin). Jadi, bukan hanya di Lumajang," ujar Koordinator Program Sembako di Kabupaten Lumajang, Siti Khotijah, baru-baru ini.

Program Sembako merupakan program bantuan sosial dari Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Ditjen PFM Kemensos). Bantuan senilai Rp200 ribu itu ditransfer ke rekening KPM untuk dibelanjakan bahan pangan di e-warong. Dalam program ini, Kemensos bekerja sama dengan bank Himbara.

Menurut penjelasan Siti, banyak nama KPM yang dinilai tidak masuk akal atau tidak meyakinkan oleh pihak bank. Hal ini persis seperti yang dikeluhkan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini ketika rapat bersama Komisi VIII DPR, beberapa waktu lalu.

Dalam rapat itu, Mensos Risma mengungkapkan bank menemukan nama para KPM yang dinilai aneh. Misalnya, ada nama KPM IT, NA70, dan THR. Padahal, namanya memang seperti itu.

Selain itu, pihak bank juga menemukan tanggal lahir yang keliru. Misalnya, KPM lahir pada tahun 2043 atau 2060. "Iya memang benar. Maka dari itu, dilakukan perbaikan data secara serentak oleh Kemensos," ujar Siti.

Selain nama KPM yang dinilai aneh, pihak bank juga tidak menerima nama KPM yang berbeda pengejaan namanya yang tertera di KTP, dengan di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).  "Beda I dan Y saja tidak bisa," ujarnya.

Saat Ini Sudah Cair

Siti menegaskan, beberapa KPM di Lumajang sudah bisa menerima bantuan Program Sembako lagi. Bantuan tersebut sudah kembali cair semenjak akhir April. Namun, dilakukan bertahap, sehingga masih banyak juga KPM yang belum merasakan bantuan tersebut.

"Januari (disalurkan untuk) ada 79 ribu KPM dan Februari 78 ribu KPM. Lalu Maret dan April di angka 62 ribu. Bertahan hingga Juni. Jadi masih ada sekitar 20 ribu kurang KPM yang masih dalam tahap itu (perbaikan)," kata Siti.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved