Breaking News:

Virus Corona Tangsel

Kasus Covid-19 Melonjak di Kota Tangsel, Kadinkes Kota Tangsel Sebut Pemicunya Libur Lebaran

Kasus Covid-19 Melonjak di Kota Tangsel, Kadinkes Kota Tangsel Sebut Pemicunya Libur Lebaran. Berikut Paparannya

Penulis: Rizki Amana | Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Ditemui di Kantor Dinkes Kota Tangsel, Kadinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar memberi penjelasan mengenai kabar dugaan seorang satpam meninggal dunia setelah divaksin Covid-19, Kamis (1/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten merilis peta sebaran covid-19 pada tanggal 7 Juni 2021.

Dalam rilisnya tersebut wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menyandang sebagai zona kuning peta sebaran kasus infeksi covid-19. 

Kategori ziona kuning tersebut terdiri dari empat indikator yakni kontak erat sebanyak 15.833 orang, kasus suspek sebanyak 5.183 orang, kasus probable sebanyak 10 orang.

Selanjutnya, kasus konfirmasi dengan rincia masih dirawat sebanyak 248 orang, dan sembuh sebanyak 10.823 orang, dan meninggal 400 orang. 

Baca juga: Tak Hanya Bangunan Dibongkar, Pemilik Rumah Kost di Kebagusan Juga Diseret ke Pengadilan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar memgakui kenaikan kasus infeksi covid-19 pada wilayah kerjanya tersebut. 

Menurutnya indikator kenaikan kasus infeksi covid-29 terjadi usai musim mudik dan libur Lebaran Tahun 2021.

"Naik, karena efek liburan, mobilitas (masyarakat-red), dan kegiatan kumpul-kumpul," katanya saat dikonfirmasi, Kota Tangsel, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak Pasca Libur Lebaran, Ketua DPRD Minta Jajaran Pemkot Jaksel Turun ke Bawah

Allin menuturkan peningkatan kasus infeksi covid-19 berimbas terhadap ketersediaan tempat tidur pasien atau bad occupancy rate (BOR). 

Menurutnya saat ini pihaknya mencatat kenaikan BOR pada rumah sakit penanganan infeksi covid-19 sebesar 11,5 persen. 

"Periode minggu sebelumnya (BOR-red) per tanggal 24 sampai 30 Mei 2021 sebesar 39,2 persen. Periode minggu sekarang tanggal 31 Mei 2021 hingga 6 Juni 2021 terjadi keterisian RS atau BOR sebesar 49,4 persen," jelasnya. (m23) 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved