Breaking News:

PPDB Kota Bekasi

Jelang PPDB 2021, Pemkot Bekasi Bangun Posko Terpadu PPDB di Sekolah dan Kantor Kecamatan

Jelang PPDB 2021, Pemkot Bekasi Bangun Posko Terpadu PPDB di Sekolah dan Kantor Kecamatan. Posko Tersbeut bertujuan untuk melayani masyarakat

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatulah menjelaskan pelaksanaan PPDG Kota Bekasi akhir Juni 2020 ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Pendidikan Kota Bekasi masih melakukan persiapan jelang proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah menjelaskan salah satu hal yang dipersiapkan yakni mendirikan posko terpadu yang berlokasi di beberapa sekolah dan kecamatan.

"Di sekolah dan kecamatan akan kita siapkan dengan kita kerja sama disdukcapil, dinsos dan disdik," kata Inayatullah saat dikonfirmasi, Selasa (8/6/2021).

Posko terpadu nantinya akan ditempatkan operator untuk membantu orang tua murid melakukan kepengurusan data sebagai syarat pra-pendaftaran PPDB.

Terlebih lagi, Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah menentukan sebanyak 30 persen kuota akan diperuntukkan bagi masyarakat yang hendak mendaftarkan diri melalui zona affirmasi.

Baca juga: Ini Perbedaan Syarat PPDB Kota Depok 2021 Dibandingkan 2020, Ada yang Dihapus dan Ditambahkan

Untuk mendaftar zona affirmasi, masyarakat terlebih dahulu harus terdaftar dalam DTKS yang menerangkan bahwa siswa tersebut berasal dari keluarga kurang mampu atau terdampak Covid.

Oleh sebab itu, beberapa persyaratan harus dilengkapi dengan koordinasi melalui disdukcapil dan dinsos.

"Kita siapkan operator di setiap sekolah untuk membantu bila terjadi masyarakat misalnya agak kesulitan kita menyiapkan operator supaya bisa membantu," ungkapnya.

Baca juga: Tak Hanya Bangunan Dibongkar, Pemilik Rumah Kost di Kebagusan Juga Diseret ke Pengadilan

Didirikannya posko diharapkan bisa mengantisipasi kendala teknis saat pendaftaran PPDB dimulai. Misalnya seperti kesulitan mengakses laman resmi PPDB akibat terkendala NIK siswa.

Namun demikian, Inayatullah berharap masyarakat tetap berupaya untuk mengikuti proses PPDB secara online guna menghindari bahaya Covid-19.

"Insya Allah, kita harapkan tidak ada yang ke sekolah, supaya enggak ada kerumunan dan kita harapkan tidak ada lagi kasus tertolak saat mendaftar. Tapi namanya 45.000 sekian yang daftar, pasti ada saja kendala berkaitan dengan data NIK segala macem enggak valid," kata Inayatullah.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved