Breaking News:

Berita Internasional

Imigrasi Malaysia Tahan 42 Warga Negara Indonesia, KBRI Kuala Lumpur Belum Beri Tanggapan

Sebanyak 156 pendatang asing tanpa izin, 42 di antaranya merupakan WNI ditahan Imigrasi Malaysia usai penggerebekan di sebuah tempat tinggal ilegal.

Editor: Hertanto Soebijoto
scmp.com
Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) menahan sebanyak 156 pendatang asing tanpa izin (PATI) 42 di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dalam penggerebekan di sebuah tempat tinggal ilegal di Cyberjaya, Ahad (6/6/2021). Foto ilustrasi: Kepolisian Johor Malaysia, menunjukkan perahu penyelundup yang membawa imigran gelap, menjelang ditangkap polisi. 

WARTAKOTALIVE.COM, KUALA LUMPUR -- Tim gabungan yang terdiri Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Kantor Pendaftaran Negara (JPN), Kantor Tenaga Kerja (JTK) dan Angkatan Pertahanan Umum (APM) menggelar operasi terpadu.

Dalam penggerebekan di sebuah tempat tinggal ilegal di Cyberjaya, Ahad (6/6/2021), Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) menahan sebanyak 156 pendatang asing tanpa izin (PATI), 42 di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI) .

Dirjen Imigrasi Malaysia Indera Khairul Dzaimee Daud di Putrajaya, Senin (7/6/2021), mengatakan, tempat tinggal tersebut agak tersembunyi karena dilindungi oleh pagar yang didirikan di sekeliling kawasan tersebut yang bersebelahan dengan lokasi bangunan proyek.

Operasi terpadu ini turut disertai Polisi Diraja Malaysia (PDRM), Kantor Pendaftaran Negara (JPN), Kantor Tenaga Kerja (JTK) dan Angkatan Pertahanan Umum (APM).

"Dalam operasi ini sebanyak 202 orang warga asing telah diperiksa. Dari jumlah tersebut sebanyak 46 orang telah dibebaskan karena mempunyai izin kerja atau permit kerja yang sah. Sebanyak 156 telah ditahan dan akan dibawa ke pusat tes Covid-19 di Depot Imigrasi Semenyih," katanya.

Baca juga: Ayah Dipenjara-Ibu Jadi TKW di Malaysia, Bocah Korban Penganiayaan di Tangsel Dambakan Orangtua Asuh

Baca juga: WASPADA Anjing Anda, Ditemukan Varian Baru Virus Corona dari Anjing, Serang Anak-anak Malaysia

Selain warga Indonesia sebanyak 62 dari Bangladesh, Nepal 20 orang, Myanmar 29 orang, Pakistan satu orang dan India satu orang.

Saat pemeriksaan dilakukan didapati tidak mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) Covid-19 yang dilakukan oleh pekerja asing yang tinggal di tempat tersebut dan tidak mempunyai sistem parit dan tempat cuci yang teratur.

Pasokan listrik dan air juga disambung secara tidak sah.

KBRI Kuala Lumpur belum memberikan tanggapan terkait peristiwa tersebut.

Baca juga: Minta Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19, Jokowi: Hati-hati, Malaysia dan Singapura Sudah Lockdown

7.300 pekerja migran pulang dari Malaysia

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved