Breaking News:

PPDB Bekasi 2021

Gandeng Disdukcapil dan Dinsos, Disdik Kota Bekasi Sediakan Posko Terpadu di Sekolah dan Kecamatan

"Kita siapkan operator di setiap sekolah untuk membantu bila terjadi masyarakat misalnya agak kesulitan kita menyiapkan operator supaya bisa membantu,

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatulah menjelaskan dalam persiapan PPDB 2021 ini pihaknya mendirikan posko terpadu yang berlokasi di beberapa sekolah dan kecamatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN --- Mengantisipasi terjadinya kendala teknis saat pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 dimulai, pihak Dinas Pendidikan Kota Bekasi terus melakukan persiapan.

Salah satu hal yang dipersiapkan, kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah, yakni mendirikan posko terpadu yang berlokasi di beberapa sekolah dan kecamatan.

"Di sekolah dan kecamatan akan kita siapkan dengan kita kerja sama disdukcapil, dinsos dan disdik," kata Inayatullah saat dikonfirmasi, Selasa (8/6/2021).

Posko terpadu nantinya akan ditempatkan para operator untuk membantu orangtua murid melakukan kepengurusan data sebagai syarat pra-pendaftaran PPDB.

Terlebih lagi, Dinas Pendidikan Kota Bekasi telah menentukan sebanyak 30 persen kuota akan diperuntukkan bagi masyarakat yang hendak mendaftarkan diri melalui zona affirmasi.

Untuk mendaftar zona affirmasi, masyarakat terlebih dahulu harus terdaftar dalam DTKS yang menerangkan bahwa siswa tersebut berasal dari keluarga kurang mampu atau terdampak Covid.

Oleh sebab itu, beberapa persyaratan harus dilengkapi dengan koordinasi melalui disdukcapil dan dinsos.

"Kita siapkan operator di setiap sekolah untuk membantu bila terjadi masyarakat misalnya agak kesulitan kita menyiapkan operator supaya bisa membantu," ungkapnya.

Didirikannya posko diharapkan bisa mengantisipasi kendala teknis saat pendaftaran PPDB dimulai.

Misalnya seperti kesulitan mengakses laman resmi PPDB akibat terkendala NIK siswa.

Namun demikian, Inayatullah berharap masyarakat tetap berupaya untuk mengikuti proses PPDB secara online guna menghindari bahaya Covid-19.

"Insya Allah, kita harapkan tidak ada yang ke sekolah, supaya enggak ada kerumunan dan kita harapkan tidak ada lagi kasus tertolak saat mendaftar. Tapi namanya 45 ribu sekian yang daftar, pasti ada saja kendala berkaitan dengan data NIK segala macem enggak valid," kata Inayatullah.
 

Baca juga: Disdik Kota Depok Tambah Kuota Bagi Siswa Tak Mampu, Tahun 2020 Hanya 10 Persen Kini Jadi 13 Persen

Baca juga: Tak Ikut Prapendaftaran PPDB, Orangtua Calon Peserta Didik Baru Terpaksa Harus Cari Sekolah Swasta

Baca juga: Warga Positif Covid-19 Akibat Klaster Pernikahan Bertambah 7, Total 33 Orang Dibawa ke Hotel Ibis

 
 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved