Kriminalitas

Terpidana Kasus Penipuan Akan Dibebaskan, Ibu Hartati Minta Perlindungan Hukum ke Jokowi & Ketua MA

Terpidana Kasus Penipuan Akan Dibebaskan, Ibu Hartati Minta Perlindungan Hukum ke Jokowi dan Ketua Mahkamah Agung. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
tribunnews
ilustrasi penipuan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hartati, pemilik villa di Bali yang menjadi korban pemalsuan surat jual beli saham PT. Bali Rich Mandiri, menulis surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) hingga Ketua Mahkamah Agung (MA), Syarifuddin.

Surat tersebut berisi permohonan perlindungan hukum atas enam putusan kasasi pidana MA yang sudah berkekuatan hukum tetap terhadap para pelaku dalam perkara jual beli villa miliknya.

Dalam suratnya, Hartati merasa khawatir karena salah satu pelaku mengaku kalau mereka akan bebas bulan ini, padahal proses hukum pengajuan kembali (PK) perkara tersebut masih berjalan.

"Namun hati saya merasa gundah gulana sejak mengetahui pernyataan salah satu narapidana bahwa mereka akan bebas di bulan Juni 2021," kata Hartati.

"Bagaimana mungkin bisa mendahului keputusan Mahkamah Agung RI dan Majelis Hakim di mana proses upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) sedangberjalan tetapi dengan percaya diri tinggi sudah memastikan bebas di bulan Juni 2021," sambungnya.

Atas dasar itulah Hartati menulis surat terbuka meminta perlindungan hukum ke Ketua MA.

"Oleh karena sebab tersebut, saya memberanikan diri menulis surat terbuka ini untuk memohon perlindungan hukum atas putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah) agar tetap berdiri tegak," jelasnya.

Baca juga: Viral Perpres Alpalhankam 2020-2024, Fadli Zon Bela Pemerintahan Jokowi Soal Belanja Alat Pertahanan

Berikut isi lengkap surat terbuka Hartati pada Minggu (6/6/2021)

Jakarta, 4 Juni 2021

Kepada Yang Mulia: Ketua Mahkamah Agung RIBapak Dr. H. M. Syarifuddin, SH., MH.Jl. Medan Merdeka Utara No.9-13, Jakarta Pusat

PERIHAL: PERMOHONAN PERLINDUNGAN HUKUM ATAS 6 PUTUSAN KASASI PIDANA
MAHKAMAH AGUNG RI YANG SUDAH BERKEKUATAN HUKUM TETAP (INKRAH)DAN SUDAH DILAKSANAKAN EKSEKUSI

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dengan segala kerendahan hati, saya bernama Hartati, korban pencari keadilan hukum.

Saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang memperjuangkan apa yang memang benar-benar HAKMILIK saya dan 3 anak saya dari Alm. Rudy Dharmamulya (suami saya yang sudah dipanggil Tuhan YME).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved