Berita Bekasi
Perumahan Bumi Anggrek Blok PQ Tambun Terapkan Lockdown saat Ada 12 Warga Positif Covid-19
Micro lockdown itu diterapkan setelah ada 12 warga Perumahan Bumi Anggrek terpapar virus corona.
Penulis: Muhammad Azzam |
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Perumahan Bumi Anggrek Blok PQ RT 04/RW 07, Desa Karang Satria, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, melakukan lockdown lokal.
Penutupan sementara dan pengetatan wilayah lokal atau micro lockdown itu diterapkan setelah ada 12 warga Perumahan Bumi Anggrek terpapar virus corona atau Covid-19.
Ketua RT setempat, Suwari mengatakan, pengetatan wilayah dilakukan pada 4 Juni 2021 lalu.
"Jadi awalnya ada satu keluarga berjumlah delapan positif corona. Terus dilakukan tracing ke warga lain didapatkan total 12 positif," katanya, pada Senin (7/6/2021).
Baca juga: 28 Pondok Pesantren di Kabupaten Bekasi Dapat Bantuan Program Sanitasi
Baca juga: Ini Link Download Formasi Jabatan PPPK dan CPNS 2021 Pemkab Bekasi
Dia menjelaskan, 12 warga positif Covid-19 itu berasal dari 5 kepala keluarga (KK).
Satu KK di antaranya terdapat 8 anggota positif corona yang salah satu penghuninya meninggal dunia.
"Jadi kami berinisiatif untuk melakukan micro lockdown. Aktivitas warga dibatasi keluar perumahan hanya boleh untuk bekerja dan membeli kebutuhan pokok saja, warga luar yang masuk juga diperketat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Satgas Covid-19 Perum Bumi Anggrek Blok PQ, Sigit Purnomo mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus kepada puskesmas, desa dan kecamatan setempat.
Baca juga: 5 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Bakal Menjadi Sasaran Vaksinasi Covid-19 Massal
Baca juga: Kali Ciherang di Kabupaten Bekasi Mengalami Pendangkalan Bakal Dinormalisasi
Kebijakan penutupan wilayah dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas lagi.
Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi juga telah melakukan tindakan dengan melakukan swab antigen dan PCR.
"Kemarin kita tes Covid-19 antigen 103 dan hari ini yang di-tes antigen ada 3 warga dan PCR 19 warga," katanua.
Sigit menambahkan, mikro lockdown akan berlangsung hingga satu pekan kedepan.
Kebijakan itu akan dicabut setelah dievaluasi serta melihat hasil perkembangan kasus.
"Semoga tidak ada lagi penambahan yang positif. Kita terus gencar lakukan tes Covid-19 dan meminta warga menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Sigit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lockdown176.jpg)