Breaking News:

Virus corona

Kemendikbudristek: Guru Lebih Rentan Tertular Covid-19 Ketimbang Siswa

Terdapat sejumlah faktor, kata Mulyatsyah, yang membuat guru lebih rentan terhadap virus corona

Editor: Bambang Putranto
istimewa
Ilustrasi - Kegiatan pembelajaran tatap muka di SDN Pademangan Barat 11, Pademangan, Jakarta Utara yang sudah berlangsung dua minggu tidak menimbulkan penyebaran Covid-19. 

Wartakotalive.com, Jakarta - Direktur Direktorat SMP Kemendikbudristek Mulyatsyah mengungkapkan guru menjadi pihak yang paling rentan tertular Covid-19.

Terdapat sejumlah faktor, kata Mulyatsyah, yang membuat guru lebih rentan terhadap virus corona.

"Memang guru-guru yang rentan terhadap pandemi Covid-19. Rentan dari sisi usia, rentan dari sisi pertemuan dengan berbagai macam anak dan seterusnya," ujar Mulyatsyah dalam webinar yang digelar FSGI, Senin (7/6/2020).

Menurut Mulyatsyah, dibanding guru, siswa lebih memiliki kekebalan terhadap Covid-19.

Mulyatsyah mengungkapkan berdasarkan penelitian para siswa memiliki imunitas yang lebih kuat.

"Sementara bagi anak-anak kita yang berusia masih remaja, usia masih sangat muda dari hasil penelitian ahli bahwa imunitas mereka, itu lebih kuat dan lebih baik dibanding dengan kita-kita yang sudah tua," ucap Mulyatsyah.

Hal tersebut yang membuat pemerintah melakukan vaksinasi sebelum menggelar pembelajaran tatap muka terbatas.

"Vaksinasi akan terus berkembang secara baik. Vaksinasi ini adalah salah satu upaya kita," pungkas Mulyatsyah.

Seperti diketahui, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menggelar pembelajaran tatap muka terbatas untuk para satuan pendidikan di Indonesia.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan sekolah wajib menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, setelah para pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut seluruhnya divaksin.

"Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di dalam satu sekolah sudah divaksinasi secara lengkap. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau kantor Kemenag mewajibkan ya ya, mewajibkan satuan pendidikan tersebut menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan," ujar Nadiem dalam konferensi pers virtual, Selasa (30/3/2021).

Keputusan ini ditetapkan melalui Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Dan Menteri Dalam Negeri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kemendikbudristek: Guru Lebih Rentan Tertular Covid-19

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved