Breaking News:

Breaking News

BREAKING NEWS: Prediksi Jakarta Tenggelam 2050 Bukan Hal Mustahil, Kata Pakar UGM

Sejumlah pakar dan lembaga riset dalam beberapa tahun terakhir memberikan prediksi bahwa Jakarta akan tenggelam dalam beberapa puluh tahun mendatang.

Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Prediksi yang menyebutkan bahwa Jakarta bakal tenggelam pada 2050 bukan hal yang mustahil sebagai peringatan berbagai pihak untuk membenahi aspek tata ruang. Foto dok: Sudah lima hari, banjir rob merendam Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (7/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, YOGYAKARTA -- Menurut pakar tata ruang Universitas Gadjah Mada Bambang Hari Wibisono, prediksi yang menyebutkan bahwa Jakarta bakal tenggelam pada 2050 bukan hal yang mustahil sebagai peringatan berbagai pihak untuk membenahi aspek tata ruang.

"Saya kira ini bukan sesuatu yang mustahil, tapi keniscayaan yang akan terjadi kalau Jakarta tidak secara cermat melakukan pengelolaan pembangunannya. Ini suatu peringatan yang kita perlu perhatikan," kata Bambang Hari Wibisono melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Senin (7/6/2021).

Sejumlah pakar dan lembaga riset dalam beberapa tahun terakhir memberikan prediksi bahwa Jakarta akan tenggelam dalam beberapa puluh tahun mendatang.

Laporan terbaru yang dirilis oleh Fitch Solutions Country Risk & Industry Research, misalnya, menyebut tahun 2050 sebagai tahun di mana Jakarta akan tenggelam sebagai akibat dari sejumlah persoalan yang dihadapi saat ini.

Baca juga: Menag: Pemberangkatan Haji 2021 Ditiadakan, Ridwan Kamil Usul Pemerintah Lobi Ulang Arab Saudi

Baca juga: Ingat, Malam Ini Pukul 23.59 WIB Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 17 Tutup

Menurut Bambang, prediksi-prediksi semacam ini menjadi peringatan penting akan ancaman yang dihadapi Jakarta di masa mendatang yang menuntut upaya serius untuk dilakukan saat ini.

Isu penurunan permukaan tanah sendiri telah menjadi perhatian dari para ahli sejak 10 hingga 15 tahun yang lalu.

Banyak pula yang kemudian memberikan peringatan serta pendapat tentang apa yang seharusnya dilakukan di Jakarta.

Salah satu hal yang menurutnya penting untuk dilakukan adalah menggunakan instrumen penataan ruang secara ketat.

Baca juga: Soal Duet AHY-RK di Pilpres 2024, Demokrat Bilang Masih Panjang Tahapnya

"Tata ruang harusnya sudah mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, mana yang merupakan kawasan budi daya yang bisa dikembangkan dan mana kawasan yang memiliki fungsi lindung," kata dia.

Pembangunan fisik di Jakarta, menurutnya, masih hanya mempertimbangkan soal kapasitas atau daya tampung, namun belum secara serius memikirkan tentang daya dukung.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved