Breaking News:

Berita Jakarta

6 WNA di Apartemen Bassura City Lakukan Pelanggaran Keimigrasian

Tiga dari 6 WNA kedapatan melakukan pelanggaran keimigrasian berasal dari Srilanka. Pelanggaran yang dilakukan overstay.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Operasi Gabungan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur menunjukkan dokumen pelanggaran yang dilakukan warga negara asing (WNA) di Apartemen Bassura City, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (7/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Operasi Gabungan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur digelar di Apartemen Bassura City, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (7/6/2021). 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur Yusup Umardani mengatakan, petugas menemukan ada enam warga negara asing (WNA) yang melanggar keimigrasian. 

Tiga dari 6 WNA kedapatan melakukan pelanggaran keimigrasian itu berasal dari Srilanka.

Ketiganya kedapatan overstay atau melebihi izin tinggal hingga lebih dari 6 bulan.

“Tidak sesuai izin tinggal sebanyak dua orang WN Yaman dan Suriah. Menyalahgunakan izin tinggal satu orang, WN Rusia,” ucap Umardani, di Aoartemen Bassura City. 

Baca juga: Kapolri Ingin Pengawasan WNA dan WNI dari Luar Negeri di Bandara Soekarno-Hatta Diperketat

Baca juga: Kapolri: WNA Tidak Boleh Ada yang Lolos Karantina, Kalau Kurang Anggota Minta Dikirim dari Mabes

Umardani menjelaskan bahwa keenam WNA itu ada yang datang sebelum pandemi Covid-19 dan juga setelahnya. Setelah ini mereka akan didata untuk proses selanjutnya. 

"Kita proses enam WNA ini untuk dibuat berita acara. Kita akan koordinasi dengan pemerintah yang bersangkutan," ujarnya. 

Operasi itu dilaksanakan dalam rangka pendataan WNA yang berdomisili di area apartemen tersebut baik sebagai pengungsi (refugee) dan pemegang izin tinggal di Indonesia. 

"Dari kegiatan ini juga dapat dilaporkan bahwa ada sebanyak 94 pemegang kartu UNHCR yang terdiri dari warga negara Irak, Eritrea, Afganistan, Iran, Yaman dan Somalia,” ucapnya.

Baca juga: Pengamat: Kedatangan WNA Harusnya Bisa Ditunda Setelah Larangan Mudik Selesai

Baca juga: 85 WNA Tiongkok Masuk Indonesia saat Larangan Mudik, Begini Penjelasan Komisi III DPR RI

Sementara pemilik izin tinggal tetap ada dua orang yang berasal dari Yaman.

Khusus pemilik izin tinggal terbatas ada 22 orang yakni Yaman, Eritrea, Iran, Suriah, Amerika, Palestina, Yunani, Srilanka dan Algeria. 

Untuk pemilik visa kunjungan jumlahnya sebanyak 11 orang yang masing-masing berasal dari Turki, India, Arab Saudi, Perancis, Belanda, Yaman, Ukraina dan Irak. 

 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved