Breaking News:

Bisnis

Sempat Tenar Awal Pandemi Covid-19, Tahun Ini Penjualan Sepeda Turun, Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Apa penyebab penjualan sepeda menurun? Ini jawaban dari Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo.

Editor: Panji Baskhara
Warta Kota/Hironimus Rama
Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo membeberkan penyebab utama penjualan sepeda motor tahun ini. Foto: Suasana Bazaar Sepeda di Mangga 2 Square, Sabtu (22/8/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sepeda, sempat tenar awal pandemi Covid-19 di Indonesia setahun yang lalu.

Namun di tahun ini penjualan sepeda menurun.

Lalu, apa penyebab penjualan sepeda menurun?

Hal itu dijawab Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo.

Baca juga: Kenalkan IKM Sepeda ke Masyarakat, Menperin Kunjungi Pabrik Sepeda Kreuz di Bandung

Baca juga: DKI Diingatkan Tak Perlu Bikin Lintasan Khusus Sepeda Roadbike, DPRD: Ini kan Bukan Ajang Balapan

Baca juga: Kebijakan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang sebagai Lintasan Sepeda Road Bike Dinilai Terlalu Cepat

Eko membenarkan, tren penjualan sepeda pada tahun 2020, tepatnya hingga bulan Agustus, kondisinya sangat ramai.

Kemudian akhir Agustus terbit aturan tentang pembatasan impor sepeda.

Sehingga, membuat stok sepeda maupun komponen sempat terhambat.

"Pada 2020 ini, pengusaha udah stok sepeda untuk 3-6 bulan. Stok itu habis semua saat masa pandemi sehingga terjadi keterbatasan stok dan akhirnya terjadi lonjakan harga di pasar."

"Nah produsen dalam negeri pun kaget dengan adanya permintaan yang tinggi. Dari harga di importir maupun produsen plus minus itu antara 20-30 persen," tutur Eko saat dihubungi Tribunnews, Minggu (6/6/2021).

Naiknya tren positif dunia sepeda ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di negera-negara lain.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved