Breaking News:

Sepeda

Sempat Dikritik, DKI Klaim Pengguna Roadbike di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang Terus Naik

Selama masa uji coba penggunaan sepeda roadbike di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abangberlangsung pemerintah telah mendapat berbaga aspek

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Jalan layang non-tol (JLNT) relasi Kampung Melayu hingga Tanah Abang sedang dilakukan uji coba menjadi jalur khusus pesepeda balap (road bike), pada Minggu (23/5/2021). Saat uji coba tersebut seorang pesepeda meninggal dunia. 

Hal itu dikatakan aggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth.

Kata dia, seharusnya Dinas Perhubungan DKI Jakarta lebih teliti dan melihat secara komprehensif lagi terkait melintasnya roadbike di jalur Kampung Melayu-Tanah Abang.

“Sepeda semestinya tidak pas untuk melintas di JLNT, karena jalan layang itu ada batas kecepatan minimum, apakah sepeda bisa memenuhi batas minimum tersebut?,” kata Kenneth berdasarkan keterangan yang diterima pada Sabtu (5/6/2021).

“Jalan layang itu kan tinggi letak konturnya, dan kondisi angin pasti bertiup lebih kencang, harus dipikirkan fenomena seperti ini. Kalau tiba tiba angin bertiup kencang, apakah bisa dikendalikan?,” tambahnya.

Baca juga: Kebijakan JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang sebagai Lintasan Sepeda Road Bike Dinilai Terlalu Cepat

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, alasan pertama penggunaan JLNT sebagai lintasan roadbike adalah lalu lintas di sana pada hari akhir pekan dan pagi hari cenderung rendah.

Alasan kedua, rata-rata kecepatan para pesepeda roadbike lebih tinggi dibanding sepeda biasa, namun lebih rendah dari kendaraan bermotor.

“Kecepatan para roadbikers itu 40 kilometer per jam, dan (alasan ketiga) pada pagi hari itu hembusan angin tidak terlalu tinggi, sehingga ini masih bisa dibawa kendali bagi para roadbikers,” kata Syafrin pada Jumat (4/6/2021).

Hal itu dikatakan Syafrin untuk membantah stigma masyarakat bahwa pemerintah lebih mengutamakan sepeda roadbike dibanding sepeda motor.

Baca juga: Dituduh Selingkuh, Reni Babak Belur Dihajar Suami, Dipukuli, Disundut Rokok hingga Nyaris Dibakar

Pasalnya sepeda motor dilarang melintasi jalan yang membentang sepanjang 3,4 kilometer tersebut.

“Lebar lajurnya kurang ideal untuk ditambah dengan sepeda motor di satu lajur paling kiri, sehingga ini sangat membahayakan jika sepeda motor dibiarkan melintas di atas bersama-sama dengan mobil,” ujar Syafrin. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved