Virus Corona

LONJAKAN Pasien Covid-19 di Bandung Mengkhawatirkan, Rumah Sakit dan Tenaga Medis Nyaris Kolaps

Lonjakan kasus Covid-19 di Bandung setelah musim libur Lebaran 2021 mencapai taraf mengkhawatirkan.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lonjakan kasus Covid-19 di Bandung setelah musim libur Lebaran mencapai taraf mengkhawatirkan.

Banyak pasien yang positif terpapar setiap harinya membuat rumah sakit dan tenaga medis di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat itu kewalahan menangani pasien setelah Lebaran.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Minggu (6/6/2021). 

Baca juga: KPK Eksekusi Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja ke Lapas Sukamiskin Bandung

Yana mengkhawatirkan Kota Bandung kolaps akibat lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Bandung yang terjadi setiap hari.

Yana mengatakan berdasarkan data hari ini dari bed occupancy ratio atau BOR sudah menembus di angka 79,9 persen.

"Trennya naik terus. Saya pikir sudah di titik psikologis yang menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan baik di rumah sakit atau tenaga medisnya sebentar lagi kolaps," katanya, di Lodaya, Bandung.

Baca juga: Banyak Formasi PPPK Selain Guru di Kota Bandung Pada CPNS 2021, Ini Link Downloadnya

Dia juga ingin meluruskan adanya stigma saat libur lebaran terkait kebijakan pemerintah yang melarang adanya mudik.

Padahal, kata dia, pelarangan mudik itu semata untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

"Kami justru khawatir adanya libur panjang, karena siklusnya peningkatan Covid-19 terjadi setelah adanya libur panjang dan biasanya itu pada dua minggu sampai sebulan pascalibur panjang," ujarnya.

Baca juga: Sempat Tenar Awal Pandemi Covid-19, Tahun Ini Penjualan Sepeda Turun, Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Hari ini peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bandung, lanjut Yana, sudah sampai di angka 100 orang per hari dari awalnya hanya sekitar 30-an orang.

Adapun langkah antisipasi yang diberikan Yana ialah melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di kewilayahan.

"Kalau saya sih kuncinya pada PPKM mikro. Sebab, RT dan RW yang tahu betul warganya apakah mereka mudik atau tidak. Jadi, ketika ketahuan ada yang mudik atau tak ada selama beberapa hari bisa langsung diisolasi," katanya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Tertinggi ada di Kabupaten Kudus, Begini Cara Kapolri dan TNI Mengatasinya

Ketika disinggung masalah infrastruktur pelayanan kesehatan, Yana menegaskan Kota Bandung sudah mempersiapkan segala halnya dan berharap persiapan-persiapan itu tak terpakai.

"Mudah-mudahan, sih, infrastruktur kesehatannya tak terpakai. Tapi, tren sudah mau tembus ke angka 80 persen, saya merasanya ngeri. Bismillah jangan sampai melonjak lebih parah. Dan kami sudah minta rumah sakit untuk tambah tempat tidur bagi pasien positif," katanya.

Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr Ahyani Raksanegara menjelaskan, bahwa maksud dari situasi kolaps tersebut, adalah ketidakmampuan fasilitas kesehatan untuk dapat memberikan layanan kepada masyarakat secara maksimal, akibat beban pertumbuhan kasus yang terus bertambah. 

Baca juga: Angka Kasus Tinggi, Satgas Covid-19 Gelar Vaksinasi Massal di Desa Wanajaya Cibitung

"Jadi maksudnya kondisi itu (kolaps) bisa terjadi, apabila penyebaran kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus tidak terkendali, lonjakan kasus terus terjadi, maka ada risiko terganggunya pelayanan kesehatan akibat beban besar yang terus bertambah," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (6/6/2021).

Ahyani menuturkan, upaya mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di masyarakat pun telah dilakukan selama ini melalui benteng pertahanan secara berlapis.

Di mana pada lapis pertama adalah kepatuhan dan kedisiplinan setiap individu terhadap protokol kesehatan.

Baca juga: Amerika Serikat Gratiskan Jutaan Dosis Vaksin Covid-19 kepada Sejumlah Negara

Kemudian lapis kedua adalah dilakukannya testing, penelusuran kontak erat atau tracing, dan tindak lanjut perawatan pada pasien Covid-19 atau Treatment, dengan memisahkan pasien melalui isolasi atau karantina mandiri, serta lapis berikutnya adalah pelaksanaan vaksinasi covid-19.

Namun, seiring dengan terus meningkatnya lonjakan kasus positif Covid-19 di masyarakat, bahkan hingga menembus lapisan pertahanan terbawah, maka pelayanan kesehatanlah harus harus menahan laju dari penyebaran kasus Covid-19 tersebut.

"Inilah yang menjadi kekhawatiran bukan hanya Pak Wakil (Wali Kota) tapi juga semua pihak, bahwa dengan beban besar yang ditimbulkan efek dari situasi tersebut, maka diperlukan peningkatan jumlah tenaga kesehatan hingga ketersediaan infrastruktur pelayanan, seperti tempat tidur pasien yang perlu terus ditambah. Sebab bila hal ini tidak dilakukan, maka akan banyak pasien yang tidak terlayani," ucapnya.(Muhamad Nandri Prilatama)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Kota Bandung Terancam Kolaps oleh Covid-19, Kasus Melonjak, Keterisian Tempat Tidur 79,9 Persen, https://jabar.tribunnews.com/2021/06/06/kota-bandung-terancam-kolaps-oleh-covid-19-kasus-melonjak-keterisian-tempat-tidur-799-persen?page=all.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved