Breaking News:

Berita Video

VIDEO Diprotes Warga Perumahan Puri Madani II, Pemilik Sebut Bangunan Semi Permanen Bukan Ilegal

Bahkan, ia membantah bahwa bangunan yang dijadikan operasional sebagai bengkel kendaraan roda empat tersebut. 

Penulis: Rizki Amana | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, PAMULANG - Protes warga Perumahan Puri Madani II, RT 2/12, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terkait sejumlah bangunan semi permanen yang berdiri di lahan kosong lingkungannya dinilai menyalahi aturan. 

Pasalnya, Ade Oke Prayuda (30) dan Ahmad Sudarso (50) pemiliki bangunan semi permanen memiliki sejumlah bukti dokumen berdirinya bangunan tersebut di lahan kosong yang berada pada lingkungan perumahan warga tersebut. 

Bahkan, ia membantah bahwa bangunan yang dijadikan operasional sebagai bengkel kendaraan roda empat tersebut. 

"Saya menjelaskan dan mengklarifikasi bahwa bangunan ini sebetulnya bukan ilegal. Dan bangunan ini kita bentuk dengan benar, jadi saya mau klarifikasi atau membantah tidak ada pembakaran sampah di sini, tidak ada yang membuat polusi seperti dari keluhan warga," kata Ade kepada Wartakotalive.com saat ditemui di lokasi, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangsel, Sabtu (5/6/2021).

Ade menuturkan pihaknya mengaku bangunan tersebut berdiri di atas lahan yang disewanya langsung kepada sang pemilik. 

"Kalau lahan saya jelaskan ini milik pribadi. Pak Majib. Harapan saya agar kita usaha di sini baik, dan tidak ada komplainan," jelasnya. 

Di sisi lain, Ahmad Sudarso (50) mengaku telah mengkomunikasikan hal tersebut kepada warga yang memprotes bangunan semi permanen itu. 

Namun, warga enggan memberi ruang komunikasi dan meminta pihaknya tak mendirikan bangunan semi permanen itu.

"Kami sudah pernah berulang kali untuk mediasi dengan pihak warga tetap gak mau maunya kita tetap di usir suruh pindah," katanya dikesempatan yang sama. 

Seraya dengan Ade, Sudarso menolak jika warga menilai bangunan miliknya itu dengan kategori ilegal. 

Sebab, operasional usaha tak membuat dampak bagi lingkungan maupun ketenangan warga setempat.

Ditambah, dirinya kerap mempekerjakan sejumlah orang yang tak memiliki pekerjaan tetap pada bidang usahanya tersebut. 

"Kalau yang dibilang membakar sampah selama ini sampah dikumpulin setelah banyak diangkut pakai mobil di buang ke tempat pembuangan sampah. Beberpa kali kami sewa mobil untuk angkut sampah di sini untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah," ujar Sudarso. 

"Onderdil untuk sparepart mobil dan sparepart bis. Enggak dibilang mengganggu ketenangan warga. (m23)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved