Breaking News:

Berita Internasional

Calon Pengguna TikTok di Amerika Serikat Wajib Mendaftar Secara Biometrik Face Print dan Voice Print

Kebijakan privasi baru TikTok yakni para calon pengguna TikTok di AS wajib daftarkan diri secara biometrik diantaranya Face Print dan Voice Print.

Editor: Panji Baskhara
tieronepr.com
Kebijakan privasi baru TikTok, yakni para calon pengguna TikTok di Amerika Serikat (AS) wajib mendaftarkan diri secara biometrik dengan Face print dan Voice Print. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Para calon pengguna TikTok di Amerika Serikat (AS) saat ini wajib daftarkan diri secara biometrik.

Diketahui, aturan pendaftaran biometrik TikTok di AS tersebut merupakan kebijakan privasi terbaru dari TikTok.

Berbeda dari negara lain, pendaftaran akun TikTok di AS wajib menyerahkan informasi biometrik berupa "Face print dan Voice Print".

Namun, TikTok tak dapat menjelaskan jenis data apa yang dirujuk oleh istilah ini atau mengapa aplikasi mungkin perlu mengakses informasi ini sejak awal.

Baca juga: Kebijakan Privasi Baru TikTok di Amerika Serikat, Pengguna Wajib Ikuti Pendaftaran Secara Biometrik

Baca juga: VIDEO TikTok Viral, Cerita Celengan Ayah Selama Lima Tahun Dibongkar, Terkumpul Mencapai Rp 20 Juta

Baca juga: Gara-gara Main TikTok, Nurbaiti yang sedang Buron Berhasil Ditangkap Intelijen Kejaksaan Agung

Kebijakan privasi aplikasi milik startup ByteDance itu diperbarui pada tanggal 2 Juni, seperti yang dilaporkan oleh laman TechCrunch, Sabtu (5/6/2021).

TikTok sebelumnya masuk dalam daftar hitam di AS karena aplikasi itu dituding menghimpun data pribadi yang dicurigai sebagai mata-mata militer China.

Kebijakan baru TikTok disebutkan secara rinci bahwa TikTok sekarang memiliki izin untuk menganalisis konten pengguna.

Kebijakan tersebut menyatakan sebagai berikut:

Kami dapat mengumpulkan informasi tentang gambar dan audio yang merupakan bagian dari Konten Pengguna Anda, seperti mengidentifikasi objek dan pemandangan yang muncul, keberadaan dan lokasi dalam gambar fitur dan atribut wajah dan tubuh, sifat audio, dan teks kata-kata yang diucapkan dalam Konten Pengguna Anda. Kami dapat mengumpulkan informasi ini untuk mengaktifkan efek video khusus, untuk moderasi konten, untuk klasifikasi demografis, untuk konten dan rekomendasi iklan, dan untuk operasi non-identifikasi pribadi lainnya.” tulis pernyataan regulasi TikTok terbaru di AS.

Seperti yang sering terjadi pada kebijakan privasi, ada banyak perpaduan metode signup yang dilakukan oleh pengembang aplikasi agar privasi pengguna terjaga.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved