Breaking News:

Opini

Berteriaklah Biar Dunia Memandangmu, Kartini Masa Kini

Tiap tahun masyarakat Indonesia merayakan Hari Kartini pada tanggal 21 April. Apa makna peringatan tokoh emansipasi wanita itu bagi seorang mahasiswi?

istimewa
Guru mengajar sejumlah siswi di sebuah desa di pelosok Tasikmalaya, Jawa Barat. Pengajaran untuk berpikir kritis dan bersikap terbuka perlu ditanamkan sejak dini di bangku sekolah agar siswa terbiasa untuk bertanya dan mempertanyakan segala sesuatu. 

Namun pengalaman saya sebagai salah satu relawan pengajar di desa tersebut mengajak saya melihat lebih dekat.

Hasilnya, saya menemukan bahwa kehadiran fasilitas—yang selama ini diagungkan sebagai prioritas APBN—bukanlah satu-satunya problematika yang hidup.

Baca juga: Peringati Hari Kartini, Bupati Bogor Ade Yasin Ajak Perempuan Jaga Lingkungan di Masa Pandemi

Tiga puluh menit lebih proses menunggu tadi merupakan akibat dari pertanyaan perihal cita-cita, sesimpel pertanyaan, “Kamu mau jadi apa?”

Perlu menjadi catatan bahwa yang pada saat itu berada di hadapan saya merupakan siswi-siswi yang tengah mengenyam pendidikan tingkat menengah pertama (SMP) dan menengah atas (SMA).

Setelah diarahkan oleh guru setempat, baru akhirnya jawaban keluar.

 “Dokter,” katanya.

Baca juga: Kumpulan Pemikiran Kartini, Kata Mutiara, Gambar Peringatan Hari Kartini 2021 untuk di Media Sosial

Rasanya bangga sekali saat pertama mendengarnya, karena punya tujuan itu langkah awal yang besar.

Tetapi kemudian, jawaban tersebut dikopi persis oleh seluruh siswi lawan bicara saya, hingga hanya menyisakan dua kepala yang berani beri jawaban berbeda.

Fenomena ini sebenarnya terjadi beberapa kali sebelumnya, dimana jawaban yang diucap monoton.

Satu ide keluar dari satu kepala saja—jangan heran jika ide ini kebanyakan oleh guru mereka—yang digema hingga ujung kelas.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved