Breaking News:

Opini

Berteriaklah Biar Dunia Memandangmu, Kartini Masa Kini

Tiap tahun masyarakat Indonesia merayakan Hari Kartini pada tanggal 21 April. Apa makna peringatan tokoh emansipasi wanita itu bagi seorang mahasiswi?

istimewa
Guru mengajar sejumlah siswi di sebuah desa di pelosok Tasikmalaya, Jawa Barat. Pengajaran untuk berpikir kritis dan bersikap terbuka perlu ditanamkan sejak dini di bangku sekolah agar siswa terbiasa untuk bertanya dan mempertanyakan segala sesuatu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tiap tahun masyarakat Indonesia merayakan Hari Kartini pada tanggal 21 April.

Makna peringatan kelahiran tokoh emansipasi wanita itu sudah banyak diulas.

Tak kalah menarik, ulasan yang diungkapkan Lunetta Padmarini, mahasiswi Semester 2 Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret yang menuliskan kesan-kesannya selama melakukan penelitian di pelosok desa di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Hasil pengamatan dan opininya dituangkan dalam bentuk tulisan yang mencerminkan pemikiran dan rasa penasarannya mengenai kondisi anak-anak sekolah di lingkungan tempat dia melakukan penelitian.

Berikut tulisannya yang dikirimkan ke Wartakotalive.com sebagai bagian dari tugas perkuliahan. 

BUTUH lebih dari tiga puluh menit untuk mendengar satu lontaran kata saja dari bibir seorang perempuan penerus bangsa asal sebuah desa di Jawa Barat.

Dari desa yang dimaksud, terdapat jarak sekitar 26 kilometer saja dengan hiruk pikuk kota Tasikmalaya yang ramai atau 260 kilometer dari Ibu Kota.

Sebenarnya tidak terlalu jauh secara fisik.

Maka, kehidupan di desa tersebut pun sepintas tidak terlihat seperti pedesaan di samping eksistensi sawah dan pegunungan.

Baca juga: Hari Kartini, Barisan Emak-emak Ajak Masyarakat Lindungi Keluarga dari Radikalisme dan Covid-19

Maksudnya, listrik, jaringan internet, gadget, serta beberapa institusi pendidikan hingga jenjang SMA/K hadir serta berfungsi normal.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved