Breaking News:

Korupsi Lahan Munjul

Ariza Sebut Pemprov DKI Ambil Hikmah dari Praktik Korupsi Pembelian Lahan di Munjul

Pemprov DKI Jakarta telah mengambil hikmah dan pelajaran dari praktik korupsi pembelian lahan di daerah Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Warta Kota/Fitriandi Fajar
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengambil hikmah dan pelajaran dari praktik korupsi pembelian lahan di daerah Munjul, Cipayung, Jakarta Timur. Saat ini KPK telah menahan Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Yoory C Pinontoan atas kasus pembelian lahan di sana. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta telah mengambil hikmah dan pelajaran dari praktik korupsi pembelian lahan di daerah Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Yoory C Pinontoan atas kasus pembelian lahan di sana.

“Kami juga di internal di Pemprov akan mengambil pelajaran dari semua ini untuk berhati-hati dari perencanaan, penganggaran dan sampai penggunaan,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jumat (4/6/2021) malam.

Ariza mengatakan, pemerintah daerah sepenuhnya menyerahkan kasus tersebut kepada KPK selaku lembaga berwenang.

Baca juga: Tak Hanya kepada Yoory, Ariza Minta yang Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Munjul Berbicara Jujur

Pemerintah DKI tentu menghormati dan menghargai penyidikan yang dilakukan aparat KPK.

“Saya yakin semua diambil dengan niat yang baik, dengan maksud yang baik dalam rangka memastikan supaya kita terbebas dari korupsi dan kami tidak ingin terlalu jauh menyikapinya,” jelas Ariza.

Seperti diketahui, pada Jumat (5/3/2021) lalu Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi pembelian lahan di Cipayung, Jakarta Timur seluas 41.921 meter persegi yang dibeli tahun 2019 lalu.

Selain Yoory, KPK juga menetapkan tiga pihak sebagai tersangka, yakni Anja Runtuwene, Tommy Adrian dan PT Adinara Propertindo selaku penjual tanah.

Lalu pada Kamis (27/5/2021), KPK menahan Yoory untuk kepentingan penyidikan.

Kasus korupsi ini berawal saat Sarana Jaya mencari tanah di wilayah Jakarta yang akan dijadikan unit bisnis ataupun bank tanah.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Serahkan Status Aset Lahan di Munjul Jakarta Timur kepada KPK

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved