Breaking News:

Kesehatan

Waspada Kembung dan Nyeri Perut Jadi Tanda-tanda Kanker Ovarium

Berdasarkan data Globocan 2020 kasus kanker payudara di Indonesia sebanyak 16,6 persen, kanker leher rahim atau serviks 9,2 persen.

Penulis: Lilis Setyaningsih | Editor: Intan Ungaling Dian
OC Blood and Cancer Care
Ilustrasi kanker ovarium 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kanker menjadi momok bagi semua orang. Terlebih perempuan yang memiliki organ yang rentan terkena kanker.

Kanker  di sistem reproduksi perempuan dan payudara menjadi pembunuh perempuan di dunia.

Berdasarkan data Globocan 2020 kasus kanker payudara di Indonesia sebanyak 16,6 persen, kanker leher rahim atau serviks 9,2 persen.

Kanker paru 8,8 persen, kanker kolorektal atau usus 8,6 persen, kanker prostat 7,4 persen.

Kanker ovarium juga  diderita banyak perempuan di dunia.

informasi dan pengetahuan masyarakat minim mengenai kanker ovarium dibandingkan kanker payudara atau kanker serviks menjadi salah satu penghambat upaya pencegahan dan pendeteksian dini.

Padahal kanker ovarium merupakan penyebab kematian nomor 8 akibat kanker pada perempuan di seluruh dunia.

Di Indonesia, kanker ovarium berada di peringkat 3 dari sisi insiden dan tingkat kematian untuk penyakit kanker pada perempuan. 

Baca juga: Feby Febiola Sempat Ragu saat Memutuskan Umumkan Sakit Kanker Ovarium ke Publik, Takut Dijauhi Orang

Ketua Himpunan Onkologi dan Ginekologi Indonesia (HOGI),  Prof DR dr Andrijono SpOG(K) mengatakan, setiap perempuan perlu mewaspadai ancaman kanker ovarium.

Oleha karena itu, perempuan perlu mengenal faktor risiko dan deteksi dini kanker ovarium. 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved