Breaking News:

Korupsi Banten

Wahidin Halim Mendapat Dukungan dari Aktivis dan Ulama dalam Memberantas Korupsi di Provinsi Banten

Upaya Gubernur Banten Wahidin Halim memberantas korupsi mendapat dukungan dari kalangan aktivis dan ulama.

Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Andika Panduwinata
Upaya Gubernur Banten Wahidin Halim memberantas korupsi mendapat dukungan dari berbagai elemen. 

WARTAKOTALIVE.COM< TANGERANG - Kasus korupsi yang sedang mendera Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus menjadi musuh bersama bagi seluruh masyarakat. 

Dukungan pun datang dari kalangan aktivis dan ulama kepada Gubernur Banten Wahidin Halim untuk membersihkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Banten

Salah satunya datang dari aktivis anti korupsi Rizwan Comrade.

Baca juga: WH Sebut 20 ASN yang Mengundurkan Diri Dari Dinkes Provinsi Banten Bukan Atas Dasar Solidaritas

Pihaknya melihat adanya persoalan "tsunami hukum" yang terjadi di Banten belakangan ini, karena ada spirit antikorupsi dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang cukup kuat, dalam hal ini Gubernur dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten

"Saya mengamati dari tiga pengungkapan kasus korupsi yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Jika dilihat dari alur pengungkapannya begitu mengalir tidak ada hambatan intervensi apa pun. Ini menandakan ada sinergitas yang bagus antara gubernur sebagai kepala daerah dan Kejati Banten sebagai penegak hukum," katanya, Jumat (4/6/2021). 

Sinergitas pemimpin seperti inilah, menurut Rizwan, perlu mendapat support dari semua pihak, agar korupsi di Banten bisa diberantas sampai ke akar-akarnya. 

"Kita bisa saksikan bersama bagaimana Kejati menetapkan lima orang tersangka dalam kasus korupsi Hibah Pondok Pesantren, itu seperti gayung bersambut, karena sebelumnya gubernur juga menginginkan pengungkapan kasus itu setelah mendapat informasi dari kalangan kiyai," ungkapnya. 

Kemudian, kata Rizwan, seperti pengungkapan kasus korupsi masker KN95 di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten.

Ada narasi murka dari gubernur ingin mengupas tuntas kasus tersebut. Itu bukan tanpa dasar, sebab di tengah situasi 'perang' melawan Pandemi Covid-19 ada oknum yang justru mencari untung untuk memperkaya diri sendiri. 

"Kita semua masyarakat merasa terluka dengan kejadian ini, dan luka ini harus dibayar dengan ditangkapnya oknum-oknum tersebut," katanya. 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved