Breaking News:

Bandar Sabu Pasok Narkoba di Acara Pesta Narkoba Berkedok Family Gathering di Vila

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan orang yang diamankan itu mengadakan pesta narkoba dengan berkedok liburan bersama keluarga.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Wartakotalive.com
Polres Metro Jakarta Utara ungkap kasus pesta sabu berkedok family gathering di sebuah villa di Cipanas, Jawa Barat, Jumat (4/6/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara menangkap puluhan orang dari sebuah vila di kawasan Cipanas, Jawa Barat. Polisi mendapati puluhan orang itu menggelar pesta narkoba dengan kedok family gathering.

Dari kasus itu polisi mendapati 23 laki-laki dan empat perempuan yang telah diamankan dinyatakan positif sabu. Sementara barang bukti yang disita berupa satu plastik sabu seberat 3,78 gram, satu plastik sabu seberat 0,48 gram, dua butir ekstasi, dan tiga alat isap sabu.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan, dari kasus ini ada tiga bandar terlibat di dalamnya. Mereka berinisial HS, AR, dan MS. Mereka kerap beroperasi di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca juga: Ada Empat Klaster Covid-19 di Kebon Jeruk, Kapolsek: Dua Klaster Mudik dan Dua Klaster Pekerjaan

Baca juga: VIDEO Klaster Kerja Bakti di Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, 53 Orang Positif Covid-19

Guruh menjelaskan, sebelumnya polisi mendapat informasi tiga bandar narkoba itu tengah berada di sebuah villa di Cipanas, Jawa Barat. “Dari informasi itu, selanjutnya tim menuju salah satu vila di Cipanas. Kemudian polisi melakukan penggerebekan dan mengamankan 60 orang,” kata Guruh, Jumat (4/6/2021).

Menurut Guruh, 60 orang tersebut adalah warga Kampung Bahari. Terdiri dari 25 laki-laki, 15 perempuan, dan 20 anak-anak. Saat itu mereka sedang berlibur bersama keluarga.

“Mereka family gathering judulnya, berkumpul bersama keluarga karena pada saat kami tangkap mereka bawa anak istri dan semuanya kita cek,” kata Guruh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan orang yang diamankan itu mengadakan pesta narkoba dengan berkedok liburan bersama keluarga alias family gathering.

“Pada saat tim melakukan interogasi kepada beberapa orang di TKP, benar adanya mereka mengadakan pesta narkoba dengan berkedok liburan bersama keluarga,” lanjutnya.

Baca juga: Polda Metro Jaya Tangkap Dua Wanita Kakak Beradik Terkait Dugaan Penipuan Hingga Puluhan Miliar

Baca juga: Dalam Rangka Bulan Bung Karno, Megawati Akan Pidato Buka Pameran Lukisan di Yogyakarta

Seorang pelaku, AR alias Lopes mengaku baru menghirup udara bebas setelah dipenjara terkait kasus serupa. Pada saat penggerebekan, AR beralasan hanya sekadar memenuhi undangan teman. “Kalau di Puncak saya diajak, sekedar silaturahmi atau liburan aja,” ucapnya, Jumat (4/6/2021).

AR mengaku menyesal kembali terjerat kasus serupa untuk kesekian kalinya. AR beralasan lingkungan tempatnya tinggal sekarang membuat dirinya tidak bisa meninggalkan narkoba.

“Saya menyesal karena saya melihat anak-anak, kasihan. Seharusnya kalau saya sudah pindah, saya sudah bersih. Saya nggak punya duit buat pindah,” tuturnya.

Sementara pelaku lainnya, HS menceritakan bila dirinya mempunyai 48 orang anak buah. Bahkan penghasilannya bisa mencapai Rp 100 juta per bulan sebelum akhirnya diciduk aparat berwajib.

“Saya nggak jual, yang jual anak buah saya. Saya baru bebas bulan tiga tahun 2021,” ucapnya. HS pun mengakui bahwa barang bukti sabu yang disita polisi saat penggerebekan berasal darinya untuk digunakan bersama-sama saat berkumpul bersama keluarga.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved